Membiasakan Dzikir Pagi dan Petang di Bulan-Bulan Haram

Jumat 02-05-2025,15:00 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan

Reporter: Juli Irawan

Radarseluma.disway.id: Dzikir kepada Allah SWT adalah salah satu amalan yang paling mulia dalam Islam. Aktivitas ini tidak hanya membersihkan hati, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah. Dalam berbagai kesempatan, Allah memerintahkan umat-Nya untuk senantiasa mengingat-Nya, baik di waktu pagi, petang, maupun di setiap kesempatan lainnya. Namun, dalam konteks tertentu, ada waktu dan bulan yang lebih dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, salah satunya adalah di bulan-bulan Haram.

Bulan-bulan Haram terdiri dari empat bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT, yaitu Zulqa’dah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, amal ibadah yang dilakukan lebih memiliki keutamaan dibandingkan dengan bulan lainnya. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan adalah dzikir, terutama dzikir pagi dan petang.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 36 yang mana berbunyi: 

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ

Artinya: "Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah, sejak Dia menciptakan langit dan bumi; di antaranya ada empat bulan Haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri dalam bulan-bulan itu..." (QS. At-Tawbah: 36).

BACA JUGA:Hukum Safar dan Jihad di Bulan Dzulqa’dah Menurut Syariat

Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Ahzab ayat 41-42 yang mana berbunyi: 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا. وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang." (QS. Al-Ahzab: 41-42).

Hadits dari Muslim menyebutkan sebagaimana dijelaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim yang mana berbunyi:;

مَنْ سَبَّحَ اللهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ، وَحَمِدَ اللهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ، وَكَبَّرَ اللهَ أَرْبَعًا وَثَلاَثِينَ، فَذَلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ، ثُمَّ قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Artinya: “Barang siapa yang membaca tasbih (Subhanallah) tiga puluh tiga kali, Alhamdulillah tiga puluh tiga kali, dan Allahu Akbar tiga puluh empat kali di waktu pagi dan petang, maka itu lebih baik daripada seratus kebaikan.” (HR. Muslim)

BACA JUGA:Dzulqa’dah: Momentum Membiasakan Amal Shalih

Kategori :