Diduga Aniaya Petugas PNM Mekaar Saat Penagihan, IRT di Seluma Dilaporkan ke Polisi

Diduga Aniaya Petugas PNM Mekaar Saat Penagihan, IRT di Seluma Dilaporkan ke Polisi

Korban lapor ke polisi--

 

SEMBAYAT, Radarseluma.disway.id - Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial DS warga Kelurahan Talang Saling, Kecamatan Seluma Kota Kabupaten Seluma, dilaporkan ke pihak Kepolisian Polsek Seluma Timur. DS dilaporkan melakukan penganiayaan terhadap petugas PNM Mekaar saat melakukan penagihan angsuran. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 12 Februari 2026 malam.

 

BACA JUGA:Dinas Pertanian Seluma Terima 12.900 Liter Herbisida dari Kementerian Pertanian

BACA JUGA:Bupati BS Rifa'i, Dorong Optimalisasi PAD Melalui Tapping Box

Dalam laporannya korban yang diketahui Deza Sapitri (20) seorang petugas PNM Mekaar warga Kelurahan Dusun Baru, Kecamatan Seluma Kota. Selain Deza, seorang petugas lainnya yakni Jeni Sapitri (24) warga Kelurahan Kandang Mas Kota Bengkulu yang juga disebut menjadi korban dalam insiden tersebut.

 

Kapolres Seluma AKBP Bonar Ricardo P Pakpahan, SIK MIK melalui Kapolsek Seluma Timur, Iptu Hendra Yanto, SH saat dikonfirmasi membenarkan, adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut. Dirinya menjelaskan, kejadian bermula saat dua petugas PNM Mekaar, yakni Jeni Sapitri dan Ezra Aprita Nur Intan, mendatangi rumah DS sekitar pukul 19.45 WIB untuk melakukan penagihan angsuran rutin.

 

Namun hingga malam hari, keduanya belum kembali ke mess tempat mereka tinggal. Merasa khawatir, Deza bersama sejumlah rekan kerja lainnya kemudian memutuskan menyusul ke rumah DS sekitar pukul 22.00 WIB guna memastikan kondisi rekan-rekannya.

 

Setibanya di lokasi, Deza melihat Jeni dan Ezra masih berada di luar rumah. Mereka sempat berbincang dengan anak DS yang menyampaikan bahwa ibunya sedang menghadiri acara di Puguk, sementara ayahnya tengah mengantre minyak. Sekitar pukul 22.40 WIB, suami DS pulang ke rumah. Jeni dan Ezra kemudian diajak masuk ke dalam rumah, sementara Deza dan rekan lainnya menunggu di luar.

 

"Korban mengaku mendengar teriakan seorang perempuan dari dalam rumah," kata Hendra.

Sumber: