Upah Dinilai Tak Layak 135 Pemanen PT SIL Mogok Kerja, Butuh Bantuan DPRD dan Pemkab Seluma
Pemanen PT SIL--
SELUMA BARAT – Sebanyak 135 orang pemanen PT Sandabi Indah Lestari (SIL) menggelar aksi mogok kerja. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap upah panen yang dinilai jauh dari kata layak.
Salah satu perwakilan pemanen, Mefi, mengungkapkan bahwa aksi protes telah dimulai sejak Senin (19/1) dengan mendatangi kantor PT SIL. Namun, aksi tersebut belum membuahkan hasil. Pada Selasa (20/1), para pekerja kembali melanjutkan protes dengan berkumpul di jalan lintas utama yang menjadi akses keluar masuk menuju area perusahaan.
“Kami meminta kenaikan upah panen dari Rp130 per kilogram menjadi Rp200 per kilogram. Namun pihak perusahaan menolak. Memang upah kami naik dari Rp120 menjadi Rp130 per kilogram tahun ini, tetapi kenaikan Rp10 itu masih jauh dari kata sejahtera bagi buruh panen,” ujar Mefi, Selasa (20/1).
Ia menambahkan, para pemanen sebenarnya masih membuka ruang kompromi. Jika kenaikan menjadi Rp200 per kilogram tidak disetujui, mereka berharap setidaknya upah dapat dinaikkan menjadi Rp150 per kilogram.
Para pekerja memilih bertahan dengan sikap mogok kerja hingga ada kejelasan dari pihak perusahaan. Seluruh pemanen yang berjumlah 135 orang telah menghentikan aktivitas panen selama beberapa hari terakhir.
“Hari ini kami berkumpul di jalan utama masuk PT SIL sebagai bentuk mogok kerja. Kami tidak memaksa perusahaan, tapi kami berharap pihak manajemen memahami kondisi pemanen. Dengan upah saat ini, penghasilan kami sangat minim,” jelasnya.
Sumber: