Bulan Dzulqa’dah dan Kewajiban Menjaga Amanah dalam Pekerjaan

Bulan Dzulqa’dah dan Kewajiban Menjaga Amanah dalam Pekerjaan

Radarseluma.disway.id - Bulan Dzulqa’dah dan Kewajiban Menjaga Amanah dalam Pekerjaan--

Reporter: Juli Irawan 

Radarseluma.disway.id - Bulan Dzulqa’dah adalah salah satu dari empat bulan haram (الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ) dalam kalender Islam yang dimuliakan oleh Allah SWT. Dalam bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan amal saleh, menjauhi maksiat, serta menjaga diri dari perbuatan zalim, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. Salah satu bentuk kezaliman yang seringkali diremehkan adalah tidak menjaga amanah, termasuk dalam konteks pekerjaan.

Menjaga amanah dalam pekerjaan bukan hanya tanggung jawab profesional, tetapi juga merupakan perintah syariat. Dalam Islam, amanah adalah bagian dari akhlak mulia dan cerminan keimanan seseorang. Oleh karena itu, bulan Dzulqa’dah dapat menjadi momentum yang tepat bagi setiap Muslim untuk mengevaluasi dan memperbaiki sikapnya terhadap amanah, terutama dalam pekerjaan yang diemban sehari-hari.

Makna Amanah dalam Islam

Amanah (الأمانة) secara bahasa berarti kepercayaan atau titipan. Dalam konteks syariat, amanah mencakup segala bentuk tanggung jawab yang dibebankan kepada seseorang dan harus dijaga serta ditunaikan sesuai dengan ketentuan yang benar.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا

Artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya..." (QS. An-Nisa: 58)

Ayat ini dengan tegas memerintahkan agar setiap amanah disampaikan kepada yang berhak. Dalam konteks pekerjaan, ini berarti seseorang harus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh integritas dan profesionalisme, karena itu adalah bagian dari amanah.

BACA JUGA:Dzulqa’dah: Bulan Istirahat dari Perang, Bulan Aktif dalam Ibadah

Hadits Tentang Amanah

Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Ahmad yang mana berbunyi: 

لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ، وَلَا دِينَ لِمَنْ لَا عَهْدَ لَهُ

Artinya: "Tidak ada iman bagi orang yang tidak dapat dipercaya, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji." (HR. Ahmad)

Sumber:

Berita Terkait