Kemarau dan Krisis Air, Pemda Seluma Diminta Aktifkan PDAM
Musim kemarau tiba, bendungan seluma akan kembali ramai jadi tempat mandi dan mencuci--
PASAR TAIS, Radarseluma.disway.id – Musim kemarau kembali melanda Kabupaten Seluma. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Di tengah situasi tersebut, warga mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kabupaten Seluma dalam mengaktifkan kembali Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang hingga kini belum juga beroperasi.
BACA JUGA: Bupati Seluma Ajak ASN Perkuat Kebersamaan pada Apel Akbar dan Halal Bihalal
BACA JUGA:Gerindra Buka Posko Pengaduan Pascamutasi Pejabat di Seluma
Pasalnya, musim kemarau hampir setiap tahun terjadi di wilayah Seluma. Namun hingga saat ini, solusi penyediaan air bersih melalui PDAM yang sempat diwacanakan sejak tahun 2023 lalu belum juga terealisasi.
Masyarakat menilai, hingga kini pemerintah daerah masih berkutat pada pembahasan regulasi berupa Peraturan Daerah (Perda) tanpa adanya langkah konkret untuk menghidupkan kembali layanan air bersih tersebut.
Padahal, sejumlah fasilitas PDAM di beberapa wilayah masih terlihat, seperti di Lubuk Lintang dan Talang Kebun. Namun kondisi infrastruktur tersebut kini terbengkalai dan sebagian hanya menjadi rongsokan bekas yang tidak dimanfaatkan.
Warga menilai, jika pemerintah daerah benar-benar serius, fasilitas yang ada seharusnya bisa diperbaiki dan dimanfaatkan kembali untuk membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih, terutama saat musim kemarau.
BACA JUGA:SPPI KDKMP 2026 Resmi Dibuka, Cek Disini!
BACA JUGA:Warga Bisa Laporkan Masalah Tanah Secara Online Lewat Kanal Resmi ATR/BPN
“Setiap tahun kemarau selalu jadi persoalan. Tapi sampai sekarang PDAM belum juga diaktifkan. Yang terlihat hanya wacana, belum ada tindakan nyata,” keluh salah seorang warga.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menghidupkan kembali PDAM di Kabupaten Seluma. Sebab keberadaan layanan air bersih dinilai sangat penting, terutama saat musim kemarau yang sering membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Sumber: