Awal 2026, PAD Seluma Sudah Capai Rp 6,6 Miliar, Bapenda Optimistis Target Rp 44 Miliar
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapenda Seluma, Edi Sentiono, SAB--
"Untuk PBB-P2, SPPT dan DHKP memang belum dicetak. Namun jika PBB-P2 mulai diguyur dan penagihan dilakukan secara maksimal, Insya Allah capaian PAD akan meningkat signifikan," jelasnya.
Meski demikian, tantangan masih cukup besar. Bapenda masih harus mengejar sekitar Rp 37 miliar lebih hingga akhir tahun. Untuk memenuhi target tersebut, berbagai langkah strategis telah disiapkan. Bapenda akan mengoptimalkan potensi penerimaan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah. Intensifikasi dilakukan dengan memperkuat pengawasan dan penagihan. Serta memastikan kepatuhan wajib pajak yang telah terdaftar.
Sementara itu, ekstensifikasi difokuskan pada pendataan potensi baru dan penambahan wajib pajak.
Selain itu, pihaknya juga akan meningkatkan koordinasi dengan perangkat daerah terkait serta pemerintah desa dan kecamatan guna memperluas basis pajak. Penguatan sistem administrasi dan validasi data wajib pajak juga menjadi perhatian agar penerimaan dapat lebih akurat dan optimal.
Edi juga menegaskan, keberhasilan mencapai target PAD tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Akan tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat.
"Kami berharap seluruh wajib pajak dapat taat membayar pajak tepat waktu. Pajak yang dibayarkan akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan, baik infrastruktur, pelayanan publik, maupun program kesejahteraan," tegasnya.
BACA JUGA: KAI Jual Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan, Mulai Hari Ini
BACA JUGA: Pangdam XXI/Radin dan Walikota Bengkulu Tinjau Pembangunan KDKMP
Dengan capaian awal sebesar Rp 6,6 miliar, Bapenda Seluma optimistis tren penerimaan akan terus meningkat, terutama setelah penagihan PBB-P2 berjalan. Pemerintah daerah pun berharap, sinergi antara aparatur dan masyarakat dapat memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui peningkatan PAD yang berkelanjutan.(ctr)
Sumber: