Obat Paling Ampuh bagi Hati yang Gundah: Ridha dan Tawakal kepada Allah

Obat Paling Ampuh bagi Hati yang Gundah: Ridha dan Tawakal kepada Allah

Radarseluma.disway.id - Obat Paling Ampuh bagi Hati yang Gundah: Ridha dan Tawakal kepada Allah--

Reporter: Juli Irawan

Radarseluma.disway.id - Setiap Manusia pasti pernah merasakan lelahnya hati, beratnya pikiran, dan sesaknya dada. Dunia ini bukanlah tempat yang steril dari ujian. Kehidupan terus berjalan dengan membawa liku-liku yang kadang mengguncang ketenangan jiwa. Ada kalanya hati merasa sempit oleh musibah, kecewa oleh harapan yang tak tercapai, bahkan terpuruk karena kehilangan. Dalam kondisi seperti inilah manusia sangat membutuhkan penawar hati yang menenangkan, penyembuh luka batin yang tak terlihat oleh mata.

Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin telah memberikan solusi yang menyentuh akar permasalahan hati. Dua di antaranya adalah ridha dan tawakal. Keduanya bukan hanya konsep spiritual yang tinggi, melainkan juga kunci untuk membuka gerbang ketenangan dan keteguhan dalam menjalani hidup. Ridha dan tawakal adalah dua sikap hati yang bisa menjadi penyejuk di tengah badai kehidupan. Bila keduanya menghuni relung jiwa, maka tidak ada musibah yang terasa menyakitkan, tidak ada kehilangan yang membuat putus asa, dan tidak ada rintangan yang menghancurkan harapan.

Ridha: Menerima Takdir dengan Hati Lapang

Ridha adalah sikap menerima dengan ikhlas apa yang telah ditentukan oleh Allah, baik berupa nikmat maupun ujian. Orang yang ridha terhadap ketetapan Allah akan merasakan kelembutan dalam hatinya, bahkan ketika takdir tidak sesuai dengan harapan. Ia tahu, bahwa segala sesuatu terjadi bukan karena kebetulan, melainkan karena kehendak Sang Pencipta yang Maha Tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya.

Allah SWT berfirman:

رَضِيَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ

Artinya: "Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya." (QS. Al-Bayyinah: 8)

Dalam ayat ini, ridha menjadi simbol kedekatan antara hamba dan Rabb-nya. Ketika hamba mampu menerima semua ketentuan dengan hati yang lapang, maka Allah pun akan memberikan keridhaan-Nya yang menjadi sebaik-baik balasan.

Dalam hadits Qudsi, Allah berfirman:

 رضي فله الرضا، ومن سخط فله السخط

Artinya: "Barang siapa ridha (terhadap takdir-Ku), maka baginya keridhaan-Ku. Dan barang siapa murka (terhadap takdir-Ku), maka baginya kemurkaan-Ku." (HR. At-Tirmidzi)

Ridha tidak muncul dari hati yang lemah, tetapi dari jiwa yang yakin dan percaya bahwa Allah tidak pernah zalim terhadap makhluk-Nya. Ridha adalah bentuk ibadah hati yang menunjukkan kepasrahan, cinta, dan pengagungan kepada Allah SWT.

BACA JUGA:Teladan Kesabaran Sejati: Kisah Nabi Ayyub AS dalam Menghadapi Ujian Tanpa Batas

Tawakal: Berserah Diri Setelah Berusaha

Jika ridha adalah menerima takdir dengan ikhlas, maka tawakal adalah menyerahkan hasil semua usaha kepada Allah SWT setelah ikhtiar maksimal. Tawakal bukan berarti berpangku tangan dan menunggu hasil tanpa usaha. Justru, Islam sangat menekankan pentingnya bekerja keras dan berjuang sekuat tenaga. Namun, setelah itu, kita serahkan semuanya kepada Allah karena Dialah yang menentukan hasil akhirnya.

Allah SWT berfirman:

وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ

Artinya: "Dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal." (QS. At-Taghabun: 13)

Dan juga:

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Artinya: "Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, maka cukuplah Allah (menjadi penolong) baginya." (QS. At-Talaq: 3)

Tawakal mendidik hati untuk tidak menggantungkan harapan pada makhluk, tetapi hanya kepada Allah yang Mahakuasa atas segalanya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

"لو أنكم تتوكلون على الله حق توكله، لرزقكم كما يرزق الطير تغدو خماصا وتروح بطانا"

Artinya: "Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang." (HR. At-Tirmidzi)

Burung tetap terbang dan mencari makan, namun tidak pernah gelisah tentang rezekinya. Demikian pula dengan orang yang bertawakal—ia tetap berusaha, tetapi hatinya tenang karena tahu bahwa semua hasil telah dijamin oleh Allah.

Kombinasi Ridha dan Tawakal: Obat yang Menyembuhkan

Ridha dan tawakal adalah dua sisi dari satu koin keimanan. Keduanya saling melengkapi dan saling menguatkan. Orang yang ridha akan mudah bertawakal, dan orang yang bertawakal akan mudah meraih keridhaan Allah. Ketika keduanya menyatu dalam hati, maka tidak ada lagi kegundahan yang tak tertahankan.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

Artinya: "Tidak ada obat yang lebih bermanfaat bagi hati selain ridha terhadap ketentuan Allah dan bertawakal kepada-Nya."

Hati yang ridha dan bertawakal akan tenang meskipun didera ujian. Ia yakin bahwa ujian itu datang bukan untuk menyiksa, melainkan untuk menyucikan. Ia percaya bahwa takdir Allah, seberat apa pun, pasti mengandung hikmah.

BACA JUGA:Jangan Tinggalkan Amal Karena Takut Riya: Menjaga Niat Tetap Lurus dalam Ibadah

Kesimpulan: Ketenangan Hati Itu Dekat dengan Allah (lanjutan)

Hati yang gundah tidak akan sembuh dengan harta, jabatan, atau hiburan duniawi semata. Ketenangan sejati hanya bisa diraih ketika hati bersandar sepenuhnya kepada Allah SWT. Saat seseorang ridha terhadap takdir-Nya dan bertawakal dalam setiap langkahnya, maka Allah akan cukup baginya dalam segala hal.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menegaskan:

أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

Artinya: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang."(QS. Ar-Ra’d: 28)

Ayat ini menegaskan bahwa sumber utama ketenangan hati adalah hubungan yang kuat dengan Allah. Dan hubungan itu tidak akan sempurna tanpa ridha dan tawakal. Keduanya bukan hanya solusi sesaat, tetapi fondasi bagi kehidupan yang tenteram dan penuh berkah.

Ridha dan Tawakal, Kunci Kuatnya Jiwa

Dalam derasnya arus kehidupan dan derasnya ujian yang datang silih berganti, manusia membutuhkan kekuatan batin yang kokoh. Ridha dan tawakal adalah benteng paling kokoh yang mampu membentengi hati dari keputusasaan dan kegelisahan. Keduanya bukan hanya teori, tetapi harus dilatih dan ditanamkan dalam setiap episode kehidupan.

Mari kita renungkan dan amalkan dua ajaran mulia ini dalam hidup sehari-hari. Belajarlah ridha dengan segala keputusan Allah, baik yang sesuai keinginan kita maupun yang bertentangan. Dan berlatihlah tawakal dengan terus berusaha lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Dengan begitu, hati kita akan lebih kuat, jiwa lebih tenang, dan hidup terasa lebih ringan.

Karena sesungguhnya, tidak ada yang lebih membahagiakan daripada hati yang tenang dan yakin bahwa segala sesuatu telah berada dalam genggaman kasih sayang Allah.

"وَفِي ٱلسَّمَآءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ"

Artinya: "Dan di langit terdapat rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu."(QS. Adz-Dzariyat: 22)

Maka, mengapa kita masih khawatir? (djl)

Sumber:

Berita Terkait