Kurban: Simbol Kepatuhan dan Keikhlasan
Radarseluma.disway.id - Kurban: Simbol Kepatuhan dan Keikhlasan--
لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَـٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ
Artinya: "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya." (QS. Al-Hajj: 37)
Dengan demikian, kurban bukan soal seberapa besar hewan yang disembelih, tetapi seberapa ikhlas hati yang menyerahkannya. Kurban adalah ujian bagi hati: apakah ia ridha, tunduk, dan ikhlas kepada perintah Tuhannya?
BACA JUGA:Distribusi Daging Kurban: Etika dan Praktik
Hadits-Hadits tentang Kurban
Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya ibadah kurban bagi umat Islam. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Tirmidzi disebutkan:
مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ، إِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا، وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ الْأَرْضِ، فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا
Artinya: "Tidak ada suatu amalan anak Adam pada hari Idul Adha yang lebih dicintai Allah daripada menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduknya, bulunya, dan kukunya. Dan sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah sebelum jatuh ke tanah. Maka berbahagialah kalian dengannya." (HR. Tirmidzi no. 1493)
Hadits ini menegaskan bahwa nilai kurban bukan pada fisiknya saja, tetapi pada niat dan keikhlasan pelakunya. Allah ﷻ menerima ibadah kurban bahkan sebelum darahnya menyentuh tanah, sebagai isyarat bahwa nilai spiritualnya sangat tinggi di sisi-Nya.
Kurban sebagai Bentuk Syukur dan Solidaritas
Selain sebagai bentuk ibadah, kurban juga menjadi sarana syukur atas nikmat Allah serta bentuk solidaritas sosial. Daging kurban disalurkan kepada kaum fakir miskin, tetangga, dan keluarga. Islam menanamkan semangat berbagi dalam ibadah ini.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Rasulullah SAW:
كُلُوا وَأَطْعِمُوا وَادَّخِرُوا
Artinya: "Makanlah (sebagian darinya), berilah makan (kepada orang lain), dan simpanlah (selebihnya)." (HR. Bukhari dan Muslim)
Perintah ini menunjukkan bahwa kurban tidak hanya ibadah personal, tetapi juga memiliki nilai sosial yang besar. Ia menumbuhkan kepedulian, persaudaraan, dan kebersamaan di tengah umat Islam.
Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa Ibadah kurban adalah simbol nyata dari kepatuhan mutlak dan keikhlasan total kepada Allah SWT. Ia mengingatkan kita pada pengorbanan besar Nabi Ibrahim dan Ismail yang meletakkan perintah Allah di atas segalanya. Dari kisah tersebut, kita diajarkan untuk siap berkorban dalam bentuk apa pun demi meraih ridha-Nya.
Kurban bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momentum penyucian jiwa dan penguatan ketakwaan. Ia juga menjadi wahana syukur dan solidaritas antar sesama. Dalam kurban, tersimpan pelajaran tentang cinta sejati kepada Allah yang ditunjukkan melalui ketaatan dan keikhlasan.
Sumber: