Menjaga Ketulusan Hati dalam Setiap Amal Ibadah

Menjaga Ketulusan Hati dalam Setiap Amal Ibadah

Radarseluma.disway.id - Menjaga Ketulusan Hati dalam Setiap Amal Ibadah--

BACA JUGA:Menyempurnakan Amalan dengan Ikhlas dan Tanpa Pamrih di Bulan Dzulqa’dah

Bahaya Riya’ dan Amal yang Tidak Ikhlas

Riya’ adalah penyakit hati yang dapat merusak amal. Ia terjadi ketika seseorang melakukan ibadah untuk dipuji atau dilihat Manusia. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT mencela orang-orang yang riya sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Al-Ma'un ayat 4-6 yang mana berbunyi: 

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ، ٱلَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ، ٱلَّذِينَ هُمْ يُرَآءُونَ

Artinya: "Maka celakalah orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya, yang berbuat riya’."
(QS. Al-Ma’un: 4-6)

Orang yang beribadah dengan niat riya’ tidak akan mendapatkan pahala dari amalnya. Bahkan, ia diancam sebagai orang munafik. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Ahmad yang mana berbunyi: 

أَخْوَفُ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ. قَالُوا: وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ؟ قَالَ: الرِّيَاءُ

Artinya: "Yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil." Mereka bertanya, "Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Riya’." (HR. Ahmad)

Riya’ disebut syirik kecil karena dalam amal itu seseorang menyekutukan Allah dengan makhluk-Nya dalam hal niat dan tujuan.

Contoh-Contoh Ikhlas dari Salafus Shalih

Para sahabat dan ulama salaf sangat menjaga niat mereka dalam beribadah. Umar bin Khattab pernah berkata, "Barang siapa memperbaiki niatnya, maka Allah akan memperbaiki amalnya." Imam Al-Ghazali juga menekankan bahwa amal yang dilakukan tanpa niat yang benar ibarat tubuh tanpa ruh.

Imam Ahmad bin Hanbal pernah menganjurkan agar seseorang menyembunyikan amalnya sebagaimana ia menyembunyikan dosa-dosanya. Ini menunjukkan betapa pentingnya merahasiakan ibadah untuk menjaga ketulusan.

Cara Menjaga Ketulusan Hati

Menjaga ketulusan hati adalah proses panjang yang memerlukan latihan dan muhasabah (evaluasi diri). Beberapa cara yang dapat ditempuh antara lain:

1. Meluruskan niat sebelum, selama, dan setelah beramal.

Sumber:

Berita Terkait