Menjaga Ketulusan Hati dalam Setiap Amal Ibadah

Menjaga Ketulusan Hati dalam Setiap Amal Ibadah

Radarseluma.disway.id - Menjaga Ketulusan Hati dalam Setiap Amal Ibadah--

Jangan merasa aman dari godaan riya’, bahkan ketika amal sudah selesai.

2. Berdoa kepada Allah agar diberi keikhlasan. 

Nabi Muhammad Rasulullah SAW sering berdoa yang mana diriwayatkan oleh Hadits Ahmad yang mana berbunyi: 

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari mempersekutukan-Mu dengan sesuatu yang aku ketahui, dan aku memohon ampunan-Mu atas sesuatu yang tidak aku ketahui." (HR. Ahmad)

3. Sembunyikan amal sebanyak mungkin. 

Amal yang dilakukan secara sembunyi lebih aman dari riya’.

4. Banyak mengingat kematian dan akhirat. 

Hal ini akan menumbuhkan kesadaran bahwa amal harus dipersembahkan hanya kepada Allah.

5. Muhasabah secara rutin. 

Evaluasi niat setiap kali hendak beramal, dan koreksi jika niat mulai melenceng.

BACA JUGA:Menciptakan Kehidupan yang Harmonis dalam Keluarga di Bulan Dzulqa’dah

Dari penjelasan di atas maka dapatlah kita simpulkan bahwa Keikhlasan adalah inti dari setiap amal ibadah. Ia menjadi penentu diterimanya amalan di sisi Allah SWT. Betapa banyak orang yang secara lahiriah terlihat shalih, namun amalnya tidak bernilai karena rusak niatnya. Sebaliknya, amal sederhana yang dilakukan dalam kesunyian, penuh kerendahan hati dan ketulusan, bisa menjadi sebab seseorang masuk surga.

Mari kita senantiasa meluruskan niat dalam setiap ibadah, memohon kepada Allah agar diberikan hati yang bersih, dan menjauhkan diri dari riya’, sum’ah, serta ujub. Amal yang ikhlas adalah investasi akhirat yang tak akan sia-sia. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Al-Bayhaqi yang mana berbunyi: 

طُوبَى لِلْمُخْلِصِينَ، أُولَئِكَ مَصَابِيحُ الْهُدَى، تَنْجَلِي عَنْهُمْ كُلُّ فِتْنَةٍ ظُلْمَاءَ

Sumber:

Berita Terkait