Menyempurnakan Amalan dengan Ikhlas dan Tanpa Pamrih di Bulan Dzulqa’dah

Menyempurnakan Amalan dengan Ikhlas dan Tanpa Pamrih di Bulan Dzulqa’dah

Radarseluma.disway.id - Menyempurnakan Amalan dengan Ikhlas dan Tanpa Pamrih di Bulan Dzulqa’dah--

Reporter: Juli Irawan 

Radarseluma.disway.id - Bulan Dzulqa’dah merupakan salah satu dari empat bulan haram (الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ) yang dimuliakan dalam Islam. Allah SWT secara khusus menetapkan keutamaan bulan ini, sehingga segala bentuk amal kebaikan sangat dianjurkan untuk ditingkatkan. Namun, lebih dari sekadar memperbanyak amal, Islam mengajarkan pentingnya menyempurnakan setiap amalan dengan niat yang ikhlas dan jauh dari pamrih duniawi.

Ikhlas dalam beramal menjadi penentu diterimanya amal seseorang. Tanpa keikhlasan, amalan sebesar dan sebanyak apa pun bisa tertolak di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, di bulan yang mulia ini, penting bagi setiap muslim untuk tidak hanya bersemangat dalam beribadah, tetapi juga menjaga kebersihan hati dari riya, sum’ah, dan ujub.

Makna Ikhlas dalam Islam

Ikhlas (الإخلاص) berasal dari kata kh-l-sha, yang berarti memurnikan. Dalam konteks ibadah, ikhlas bermakna memurnikan niat semata-mata karena Allah SWT, tanpa ada tujuan lain, baik berupa pujian manusia, keuntungan duniawi, ataupun pengakuan sosial.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Bayyinah ayat 5 yang mana berbunyi: 

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

Artinya: "Dan mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama..." (QS. Al-Bayyinah: 5)

Ayat ini menunjukkan bahwa esensi dari seluruh perintah ibadah adalah keikhlasan. Bahkan, amal saleh tanpa keikhlasan dianggap tidak bernilai di hadapan Allah.

BACA JUGA:Mengatasi Rasa Malas dalam Beribadah dengan Memperbaiki Niat

Hadits tentang Keikhlasan

Nabi Muhammad Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya niat yang tulus dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim yang mana berbunyi: 

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Artinya: "Sesungguhnya segala amal itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang (akan mendapatkan balasan) sesuai dengan apa yang diniatkannya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Sumber:

Berita Terkait