BACA JUGA: Bupati Seluma Salurkan Hewan Kurban Presiden Bagi Warga Seluma
Dirinya juga menjelaskan, seluruh sapi kurban didatangkan dari luar desa. Terutama dari wilayah Seluma Selatan dan sekitarnya. Namun proses pengangkutan hewan kurban menuju Talang Empat bukan perkara mudah.
Kondisi jalan yang rusak parah membuat biaya transportasi melonjak tinggi. Untuk membawa satu ekor sapi ke desa tersebut, warga harus mengeluarkan ongkos sekitar Rp 1 juta.
"Ongkos membawa sapi ke sini sangat mahal karena kondisi jalan memang berat. Semua kendaraan harus menggunakan mobil dobel gardan. Medannya hampir sama seperti daerah pelosok Papua," ujarnya.
Dengan jumlah sembilan ekor sapi, total biaya transportasi yang harus dikeluarkan masyarakat mencapai sekitar Rp 9 juta. Meski demikian, warga tetap antusias berkurban sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diperoleh.
Semangat masyarakat Talang Empat juga menjadi gambaran kuatnya nilai kebersamaan dan religiusitas warga desa terpencil di Kabupaten Seluma. Di tengah keterbatasan infrastruktur, masyarakat tetap mampu menunjukkan solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama melalui ibadah kurban.
BACA JUGA: Pembangunan Kantor Kemenhaj untuk Tingkatkan Pelayanan Jamaah Haji dan Umrah
BACA JUGA: Ada Tim Khusus Kemnaker Untuk Tindaklanjuti Perselisihan Hubungan Industrial di PT Epson
Warga berharap pemerintah daerah dapat segera memperhatikan kondisi akses jalan menuju desa mereka. Sebab selain menyulitkan aktivitas masyarakat sehari-hari, kerusakan jalan juga berdampak pada tingginya biaya transportasi hasil perkebunan maupun kebutuhan pokok warga. Namun untuk tahun ini, masyarakat Talang Empat memilih mensyukuri hasil panen kopi yang membaik dengan berbagi kebahagiaan Idul Adha kepada sesama warga desa.(ctr)