BACA JUGA: Hitungan Sejam, Bazar Murah Disperindagkop Seluma Ludes Diserbu Warga
Menurut Elyta, sebagian besar masyarakat yang datang merupakan ibu rumah tangga yang ingin membeli bahan-bahan kebutuhan dapur, termasuk bahan untuk membuat kue Lebaran.
"Harga barang kebutuhan pokok yang kami jual di sini rata-rata lebih murah dibandingkan di pasaran. Sehingga masyarakat sangat terbantu," ujarnya.
Adapun sejumlah bahan pokok yang dijual dalam bazar murah tersebut antara lain beras SPHP yang biasanya dijual di pasaran dengan harga sekitar Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu. Namun dalam bazar dijual seharga Rp 50 ribu.
Selain itu, tepung terigu Segitiga Biru dijual Rp 11 ribu per kemasan, gula pasir kemasan 1 kilogram dijual Rp 15 ribu, serta minyak goreng Bimoli dijual Rp 16 ribu per liter. Kemudian minyak goreng Minyak Kita dijual seharga Rp 12 ribu per liter, mentega Palmia Rp 5 ribu per bungkus, sarden merek Bantan Rp 7 ribu per kaleng, serta sirup ABC dijual Rp 10 ribu per botol.
Sementara itu, telur ayam juga tersedia dengan harga Rp 43 ribu per karpet. Berbagai komoditas tersebut menjadi incaran masyarakat sehingga dalam waktu singkat langsung habis dibeli warga yang datang ke lokasi bazar. Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Disperindagkop Kabupaten Seluma berencana kembali menggelar bazar murah di lokasi lain agar lebih banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.
BACA JUGA: BNI Bagikan Mercedes-Benz, Hadiah Undian Rejeki wondr Tahap II
Bazar murah selanjutnya dijadwalkan akan digelar di Kelurahan Rimbo Kedui, Kecamatan Seluma Selatan pada Rabu, 11 Maret 2026 mendatang. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, bazar murah juga diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.(ctr)