JAKARTA, Radarseluma.Disway.id - Asal anggaran dan MBG yang simpang siur, mendapat perhatian dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). PDIP secara tegas meluruskan kesimpangsiuran informasi terkait sumber pendanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
BACA JUGA: 14 Anak Terlibat Perang Sarung di Jaksel Diamankan Polisi
BACA JUGA:Bermasalah di Baterai, 40 Ribu Mobil Listrik Volvo Kena Recall
Pernyataan sejumlah pejabat negara yang menyebut bahwa dana MBG berasal dari efisiensi dan bukan dari anggaran pendidikan, dibantah dengan tegas. PDIP membeberkan bukti kuat berdasarkan Undang-Undang dan Peraturan Presiden (Perpres) anggaran program MBG diambil dari APBN. Lalu dana pendidikan yang dipotong tersebut, diberikan insentif 6 juta per hari bagi dapur MBG.
Dalam jumpa pers yang dilakukan DPP PDI Perjuangan, diungkap asal anggaran MBG. Ketua DPP PDIP yang juga Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PDIP, MY Esti Wijayati mengatakan, mereka memberi klarifikasi soal anggaran MBG ini menyusul banyaknya pertanyaan dari kader partai di tingkat DPD, DPC, hingga masyarakat luas.
PDI Perjuangan mengaku kebingungan dengan narasi yang beredar di media sosial dan pernyataan pejabat yang seolah menutupi fakta sebenarnya.
"Kawan-kawan kami di bawah memahami bahwa anggaran pendidikan sebesar Rp 769 triliun merupakan mandatory spending 20 persen dari APBN dan APBD yang harus dialokasikan murni untuk pendidikan," kata Esti saat konferensi pers di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Esti memaparkan berdasarkan dokumen resmi negara, dana untuk program MBG nyatanya memotong porsi anggaran pendidikan tersebut.