Akibat jarak yang sudah terlalu dekat, pengemudi minibus diduga tidak sempat menghindar sehingga tabrakan pun tak terelakkan. Benturan keras menyebabkan korban mengalami luka serius di bagian kepala.
BACA JUGA:ASN Pemkot Bengkulu Masuk Jam 08.00 WIB, Pulang Pukul 15.00 WIB Selama Ramadan
Sementara itu, menurut pengemudi minibus Nopri Arizan mengatakan, tidak bermaksud melarikan diri. Melainkan, karena kondisi lalulintas yang saat itu sedang padat membuat dirinya berusaha mencari lokasi untuk berputar arah menuju ke Polres.
"Saya tidak bermaksud melarikan diri. Tadi mau langsung ke Polres, tapi karena jalan ramai, saya mencari tempat untuk berputar arah," ungkapnya.
Dirinya juga menyatakan bahwa, dirinya hanya terkena dampak atas kecelakaan maut ini. Lantaran, pada saat kejadian korban korban telah terjatuh lebih dahulu sebelum mobil yang dikemudikannya melintas.
"Saya ini hanya terkena dampak saja, korban sudah jatuh ke aspal duluan, jaraknya sangat dekat dan saya tidak sempat menghindar," ujarnya.
Warga yang melihat kejadian segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tais untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia. Informasi awal menyebutkan korban mengalami gegar otak berat. Helm yang dikenakan korban dilaporkan mengalami kerusakan akibat benturan keras.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan lalu lintas di wilayah Seluma dalam beberapa waktu terakhir. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan kronologi dan penyebab pasti kecelakaan tersebut, serta menindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di jalur yang rawan kecelakaan dan saat kondisi lalu lintas padat, demi mencegah terulangnya peristiwa serupa.