"Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan Penegak Hukum AS. Detail lebih lanjut akan menyusul," sebutnya.
"Akan ada konferensi pers hari ini pukul 11.00 waktu setempat, di Mar-a-Lago, Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini," tandas Trump dalam pernyataannya.
Setidaknya tujuh ledakan dan suara pesawat terbang rendah terdengar di Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu (3/1) dini hari, dengan sejumlah video menunjukkan kepulan asap menjulang ke udara dari beberapa lokasi yang berbeda.
Media lokal Venezuela, seperti Efecto Cocuyo dan Tal Cual Digital, melaporkan bahwa rentetan ledakan juga terdengar di area negara bagian La Guaira, sebelah utara Caracas, dan di area pesisir Venezuela, serta di area Higuerote, kota pesisir di negara bagian Miranda.
BACA JUGA:Toyota Agya Mobil Baru Desain Canggih dan Mewah Populer di Pasar Otomotif Indonesia
BACA JUGA:DPRD Tegaskan Utang Obat RSUD Tais, Sudah Dianggarkan di APBD Perubahan 2025
Pemerintahan Maduro, dalam pernyataannya, menuduh AS telah melancarkan "agresi militer yang sangat serius dan berat" terhadap Venezuela. Disebutkan bahwa serangan-serangan AS itu melanda area Caracas, dan negara bagian Miranda, Aragua, serta La Guaira.
"Venezuela menolak, menyangkal, dan mengecam di hadapan komunitas internasional, agresi militer yang sangat serius yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan rakyat Venezuela," demikian pernyataan pemerintahan Maduro.
Maduro, menurut pernyataan pemerintah Venezuela, telah menandatangani penetapan "keadaan darurat eksternal" dan "memerintahkan semua rencana pertahanan nasional untuk diimplementasikan pada waktu yang tepat dan dalam keadaan yang tepat".