BACA JUGA:Tuntutan dan Keluh Kesah Semado atau Semut Itam Pekaro Hutan Ndak Digunduli, Ngancam Nyengat Manusio
"Dugaan sementara, kecelakaan disebabkan karena sopir bus mendahului kendaraan lain di jalan menanjak tanpa memperhatikan jarak pandang dari arah berlawanan," sampai Kapolres Seluma, AKBP Bonar Ricardo P. Pakpahan, SIK MIK melalui Kasat Lantas, Iptu Arief Abdullah, SSos MSi didampingi Kanit Gakkum, Aipda Novriwan saat dikonfirmasi Radar Seluma.
Usai menabrak motor, bus Putra Rafflesia sempat oleng dan membanting setir ke kiri hingga menyenggol bagian depan kiri truk Hino yang melaju di jalurnya. Akibat insiden itu, ketiga kendaraan mengalami kerusakan cukup parah dengan taksiran kerugian material mencapai sekitar Rp 5 juta.
Lakalantas--
Petugas Satlantas Polres Seluma yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dengan mengamankan ketiga kendaraan sebagai barang bukti. Serta memintai keterangan dari para sopir dan saksi di lapangan.
"Sopir bus dan truk sudah kami amankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Kami juga tengah mendalami hasil olah TKP untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan ini dan menentukan pihak yang paling bertanggung jawab," tegasnya.
Kabar duka atas meninggalnya Histyo Agnamono langsung menyebar ke lingkungan kerja dan masyarakat Desa Bakal Dalam. Almarhum dikenal sebagai sosok yang ramah, sopan dan berdedikasi tinggi dalam pekerjaannya sebagai tenaga honorer di Kantor Camat Talo Kecil.
BACA JUGA:Tuntutan dan Keluh Kesah Semado atau Semut Itam Pekaro Hutan Ndak Digunduli, Ngancam Nyengat Manusio
Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di kawasan tanjakan dan tikungan dengan jarak pandang terbatas.
"Utamakan keselamatan di jalan. Jangan memaksakan diri untuk menyalip di lokasi berbahaya, karena satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal," pungkasnya.(ctr)