Sejak Januari Hingga Agustus 2025, 170 Kasus Gigitan Hewan Terjadi di Seluma

Kamis 21-08-2025,06:30 WIB
Reporter : Tri Suparman
Editor : Jeffri Ginting

Beberapa puskesmas yang mencatat jumlah kasus tertinggi antara lain. Puskesmas Cahaya Negeri sebanyak 19 kasus. Puskesmas Dermayu sebanyak 17 kasus. Puskesmas Masmambang sebanyak 17 kasus. Serta di Puskesmas Sukamerindu sebanyak 14 kasus

 

Mazda juga mengimbau kepada masyarakat. Untuk tidak menganggap remeh setiap kasus gigitan hewan, terutama anjing, kucing dan kera.

 

"Kami minta masyarakat yang terkena gigitan hewan penular rabies agar segera mendapatkan penanganan medis dan mendapatkan vaksin anti rabies (VAR). Jangan tunggu gejala muncul, karena ketika rabies sudah menunjukkan tanda-tanda klinis, kemungkinan untuk selamat sangat kecil," himbauan Mazda.

 

Dinas Kesehatan juga mendorong masyarakat untuk lebih proaktif dalam mencegah penyebaran rabies, seperti dengan. Melakukan vaksinasi rutin pada hewan peliharaan. Tidak membiarkan hewan peliharaan berkeliaran tanpa pengawasan. Serta melaporkan segera ke petugas jika menemukan hewan dengan gejala rabies. Bahkan, segera mencuci luka bekas gigitan dengan air dan sabun, lalu mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lanjutan.

 

Pemerintah daerah bersama instansi terkait akan terus meningkatkan edukasi dan sosialisasi terkait rabies melalui program-program kesehatan masyarakat, serta mendorong pelaksanaan vaksinasi hewan secara massal di wilayah-wilayah rawan.

 

BACA JUGA:Fortuner GR Sport Facelift Makin Gagah dan Memukau Menjadi Mobil Pilihan di Indonesia

Dengan langkah pencegahan yang tepat dan kesadaran masyarakat yang tinggi, penyebaran rabies dapat ditekan, sehingga kasus-kasus gigitan HPR di Seluma tidak terus meningkat dan korban jiwa dapat dihindari.(ctr)

Kategori :