Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Hijrah bukan sekadar perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain, melainkan sebuah transformasi total dalam cara berpikir, bersikap, dan beribadah. Di zaman modern ini, hijrah sering dimaknai sebagai proses menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT. Namun, dalam proses tersebut, banyak orang terjebak dalam dikotomi: apakah harus fokus pada dunia atau akhirat? Padahal, Islam adalah agama yang sangat menekankan keseimbangan antara keduanya. Dalam ajaran Islam, seorang Muslim ideal adalah mereka yang mampu menyeimbangkan antara urusan dunia dan akhirat sebuah visi hidup yang disebut dengan “wasathiyyah” atau moderat. Hakikat Hijrah dalam Islam Hijrah adalah sunnah para nabi dan syarat utama menuju keselamatan spiritual. Rasulullah SAW sendiri berhijrah dari Makkah ke Madinah bukan karena ketakutan, tetapi sebagai bentuk ketaatan pada perintah Allah dan strategi dakwah yang lebih luas. Dalam konteks kekinian, hijrah berarti meninggalkan kehidupan maksiat menuju kehidupan yang lebih taat. Allah berfirman: وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا لَنُبَوِّئَنَّهُمْ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً ۖ وَلَأَجْرُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ Artinya: "Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dizalimi, pasti Kami akan memberikan tempat yang baik kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat lebih besar, kalau mereka mengetahui." (QS. An-Nahl: 41) Ayat ini dengan jelas menyebutkan dua hal: kebaikan di dunia dan pahala besar di akhirat. Artinya, hijrah yang dilakukan dengan niat karena Allah akan membawa kesejahteraan, baik dunia maupun akhirat. BACA JUGA:Hijrah Batiniah: Menyelami Diri untuk Meraih Derajat Taqwa Menyeimbangkan Dunia dan Akhirat Islam tidak memandang dunia sebagai sesuatu yang harus ditinggalkan, tetapi sebagai sarana menuju akhirat. Dunia adalah ladang amal, dan akhirat adalah tempat menuai hasil. Allah SWT berfirman: وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا Artinya: "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) dunia..." (QS. Al-Qashash: 77) Ayat ini menunjukkan bahwa meskipun orientasi hidup kita adalah akhirat, dunia tetap penting dan tidak boleh dilupakan. Artinya, seorang Muslim harus produktif, berilmu, bekerja, dan berkontribusi positif untuk dunia, sembari menjaga niat dan tujuannya demi akhirat. Keseimbangan adalah Kunci Hidup Rasulullah SAW bersabda: إِنَّ لِرَبِّكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَلِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَلِأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، فَأَعْطِ كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ Artinya: "Sesungguhnya Rabbmu mempunyai hak atasmu, dirimu mempunyai hak atasmu, dan keluargamu mempunyai hak atasmu. Maka berikanlah kepada setiap yang berhak akan haknya." (HR. Bukhari) Hadits ini menegaskan bahwa kehidupan seorang Muslim harus seimbang. Tidak boleh hanya fokus ibadah sampai melupakan kesehatan atau keluarga, dan tidak boleh juga terlalu sibuk urusan dunia sampai meninggalkan akhirat. BACA JUGA:Muharam dan Transformasi Akhlak: Momentum Menjadi Insan Mulia Contoh Praktis Hijrah Seimbang 1. Pemuda yang meninggalkan musik maksiat, lalu mulai belajar Al-Qur’an, namun tetap melanjutkan kuliah dan berkarya di bidang teknologi. 2. Seorang ibu rumah tangga yang meningkatkan ibadahnya, namun tetap optimal dalam mendidik anak dan membantu masyarakat. 3. Pengusaha hijrah yang menutup usahanya yang haram, lalu membuka bisnis halal, tetap menghasilkan uang tapi barokah. Mereka tidak meninggalkan dunia, namun menjadikan dunia sebagai jalan menuju ridha Allah. Hijrah Adalah Proses, Bukan Hasil Instan Seringkali orang berharap bahwa dengan hijrah, hidup akan langsung berubah menjadi lebih tenang dan sejahtera. Padahal, hijrah adalah jalan panjang yang penuh ujian. Ujian dunia tetap akan datang, tetapi keyakinan dan keimanan menjadi pondasi utama. Allah berfirman: أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ Artinya: "Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan: 'Kami telah beriman', sedang mereka tidak diuji?" (QS. Al-Ankabut: 2) Ujian ini adalah bagian dari proses penyucian jiwa dan peningkatan kualitas diri menuju derajat yang lebih tinggi di sisi Allah. Visi Hidup Seorang Muslim Hijrah menuju keseimbangan dunia dan akhirat adalah cita-cita luhur dalam Islam. Islam tidak mengajarkan umatnya untuk hidup miskin atau menjauh dari dunia, tapi untuk menjadikan dunia sebagai alat menuju akhirat. Seorang Muslim harus visioner: bekerja keras, belajar sungguh-sungguh, berinovasi, berdakwah, serta tetap menjaga shalat, akhlak, dan ketaatan kepada Allah. Keseimbangan ini menjadikan seorang Muslim bermanfaat di dunia dan mulia di akhirat. Hijrah bukan tentang perubahan gaya berpakaian saja, atau hanya meninggalkan kebiasaan buruk, tetapi tentang memperbaiki niat, tujuan, dan arah hidup. Dunia dan akhirat bukan dua kutub yang saling bertentangan, tetapi dua sisi dari satu jalan yang harus ditempuh dengan bijak. Mari kita menjadi pribadi yang seimbang produktif di dunia, istiqamah di akhirat. "Keseimbangan bukan berarti setengah-setengah, tetapi memberi hak pada setiap aspek kehidupan sesuai porsinya." (djl)Hijrah Menuju Keseimbangan Dunia dan Akhirat: Menjadi Muslim Seimbang dan Visioner
Sabtu 19-07-2025,13:05 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan
Tags : #radarseluma.disway.id
#produktifduniaberkahakhirat
#menjadimuslimvisioner
#kajian islam
#islammenjagaduniadanakhirat
#hijrahmenujukeseimbanganhidup
#hijrahbukancumapenampilan
#hidupseimbangdalamislam
Kategori :
Terkait
Jumat 16-01-2026,11:00 WIB
Tiupan Sangkakala: Dentang Kehancuran Semesta dan Awal Kebangkitan Seluruh Makhluk
Kamis 15-01-2026,11:00 WIB
Akhir Zaman dalam Pandangan Ulama Salaf: Peringatan Iman tentang Dunia yang Menuju Kehancuran
Rabu 14-01-2026,13:09 WIB
Dunia Gelap oleh Kemaksiatan: Isyarat Nyata Tanda-Tanda Kiamat Besar yang Kian Mendekat
Selasa 13-01-2026,11:02 WIB
Kisah Ikan Sebelah yang Hidup Kembali: Tanda Kebesaran Allah dalam Perjalanan Nabi Musa AS
Jumat 09-01-2026,15:09 WIB
Inilah Wanita-Wanita Istimewa di Akhirat: Wajah Mereka Bersinar Penuh Cahaya karena Amalan Mulia
Terpopuler
Rabu 21-01-2026,06:30 WIB
Ratusan Honorer di Sekretariat DPRD Seluma Tak Masuk Database
Rabu 21-01-2026,13:02 WIB
SMU Launches Resilient Workforces Institute to Strengthen Singapore’s Workforce in the Age of AI
Rabu 21-01-2026,19:02 WIB
Ditipu Teman Beli Mobil, Warga Sidomulyo Seluma Rugi Rp 95 Juta
Rabu 21-01-2026,08:00 WIB
Terapi Lavender- Guided Breathing Efektif Turunkan Nyeri dan Kecemasan Pasien Rumah Sakit
Rabu 21-01-2026,13:56 WIB
Keributan di Kos-kosan RT 10 Bumi Ayu Belum Jelas, Ketua RT Tegaskan Tak Ikut Terlibat
Terkini
Kamis 22-01-2026,01:00 WIB
Huawei: LTE 450 MHz - Penggerak Utama di Balik Jaringan Komunikasi Digital
Rabu 21-01-2026,21:04 WIB
Pemda Seluma Janji Bersurat Kembali ke Pemerintah Pusat, Terkait Pemberdayaan Ratusan Eks Honorer
Rabu 21-01-2026,20:14 WIB
Pasca Direhab, Irigasi Bendungan Lubuk Kebur Seluma Jadi Destinasi Favorit Warga
Rabu 21-01-2026,19:02 WIB
Ditipu Teman Beli Mobil, Warga Sidomulyo Seluma Rugi Rp 95 Juta
Rabu 21-01-2026,19:02 WIB