Muhasabah Diri: Mengoreksi Sebelum Diadili oleh Allah di Hari Hisab

Selasa 17-06-2025,14:00 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan

"Disebelah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah amal kalian sebelum amal kalian ditimbang (di akhirat)."

Kalimat ini bukan sekadar nasihat, melainkan seruan untuk membiasakan diri dalam refleksi dan perenungan mendalam sebelum kematian menjemput.

3. Hisab di Akhirat: Pengadilan yang Pasti dan Teliti

Tidak ada satu amal pun yang luput dari catatan malaikat. Allah SWT berfirman:

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا

Artinya: "Dan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu kamu akan melihat orang-orang berdosa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya dan mereka berkata, 'Aduhai celaka kami! Kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan semuanya tercatat?' Dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang pun." (QS. Al-Kahfi: 49)

Ayat ini menggambarkan betapa detailnya catatan amal manusia. Tidak ada yang luput, baik besar maupun kecil, baik amal kebaikan atau keburukan.

BACA JUGA:Muhasabah Diri: Menjadikan Setiap Detik Hidup Sebagai Ibadah

Muhasabah sebagai Jalan Keselamatan

Muhasabah bukanlah sekadar refleksi ringan, melainkan wujud dari iman yang hidup. Ia menjadi pagar pengaman dari dosa dan jembatan menuju kebaikan. Siapa yang rutin mengoreksi dirinya, maka ia lebih mudah untuk bertobat, memperbaiki amal, dan mempertebal ketakwaan.

Dalam kehidupan dunia yang fana, mari jadikan muhasabah sebagai kebiasaan harian. Sebelum tidur, tanyakan pada diri: sudahkah aku berbuat baik hari ini? Sudahkah aku menjauhi larangan-Nya?

Mengoreksi diri sebelum Allah menghisab kita adalah bentuk kecerdasan spiritual. Seseorang yang rajin bermuhasabah akan selalu berada di jalur keselamatan. Ia tidak menunggu datangnya malaikat maut untuk menyadari kesalahannya, melainkan menjadikan setiap momen sebagai ladang perbaikan.

Maka, marilah kita menjadi hamba yang cerdas, yang mempersiapkan bekal terbaik sebelum bertemu dengan Sang Khalik. Sesungguhnya, hisab Allah sangat teliti dan adil. Siapkan jawabanmu mulai sekarang. (djl) 

Kategori :