4. Kurangnya dzikir, syukur, dan amal kebajikan.
BACA JUGA:Jangan Putus Silaturahim di Bulan Zulhijjah: Merajut Ukhuwah, Menuai Keberkahan
Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa muhasabah diri bukanlah tanda kelemahan, melainkan bukti bahwa kita peduli terhadap keselamatan akhirat kita. Hidup yang bernilai ibadah adalah hidup yang setiap langkahnya diniatkan untuk mencari ridha Allah SWT. Bukan hanya shalat atau puasa, tapi juga kerja, belajar, bersosialisasi, bahkan tidur pun bisa menjadi ibadah.
Marilah kita koreksi diri, luruskan niat, dan bangun kesadaran bahwa waktu yang kita miliki sangat terbatas. Jangan sampai kita menjalani hidup hanya untuk kesenangan dunia yang fana, tanpa meninggalkan bekal apa-apa untuk kehidupan yang kekal di akhirat.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ، وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."(QS. Al-Hasyr: 18)
Demikianlah penjelasan yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat buat kita semua. (djl)