Segala sesuatu yang diniatkan untuk mencari ridha Allah SWT akan dicatat sebagai amal ibadah. Keikhlasan adalah pondasi utama.
2. Sesuai dengan Syariat
Ibadah harus dilakukan sesuai tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah, tidak menyimpang dan tidak berlebih-lebihan (ghuluw).
3. Memberi Manfaat bagi Orang Lain
Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Artinya: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."(HR. Ahmad, Thabrani, dan Daruquthni)
Maka segala aktivitas yang memberikan manfaat dan kemaslahatan, jika diniatkan karena Allah, juga bernilai ibadah.
Waktu untuk Muhasabah: Setiap Hari
Orang bijak mengatakan, “Hidup yang tidak dievaluasi adalah hidup yang sia-sia.” Dalam Islam, muhasabah (introspeksi) adalah bagian penting dari keimanan. Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata:
"Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab. Timbanglah dirimu sebelum kamu ditimbang."
Artinya, kita harus sering mengukur sejauh mana kualitas ibadah kita, bukan hanya dalam bentuk ritual, tetapi dalam seluruh dimensi kehidupan.
Tanda-Tanda Hidup Tidak Bernilai Ibadah
1. Melalaikan shalat dan ibadah wajib.
2. Tidak memiliki tujuan hidup yang jelas untuk akhirat.
3. Aktivitas didominasi niat duniawi semata (cari pujian, uang, status).