• Menghindari ghibah, namimah (adu domba), dan buruk sangka. Ini adalah racun ukhuwah yang harus dijauhi.
•Berempati terhadap kesusahan saudara. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
Artinya: "Perumpamaan orang-orang beriman dalam saling mencintai dan menyayangi adalah seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan sakit dan demam." (HR. Bukhari dan Muslim)
• Berperan aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan, sebagai bentuk nyata dari ukhuwah Islamiyah.
Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa Rasulullah SAW telah memberikan teladan terbaik dalam menjaga dan merawat tali persaudaraan di tengah umat. Dengan akhlak mulia yang beliau tunjukkan lembut, pemaaf, menjaga lisan, dan peduli terhadap sesama kita diajarkan bahwa ukhuwah bukan hanya sekadar teori, melainkan harus diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Menjaga ukhuwah adalah jalan menuju keridhaan Allah dan persatuan umat. Di tengah dunia yang penuh konflik dan egoisme, meneladani Rasulullah SAW adalah solusi nyata untuk mempererat simpul-simpul kebersamaan dan membangun masyarakat yang damai dan saling mencintai karena Allah SWT.(djl)