Allah SWT memuji kelembutan Rasulullah dalam QS. Ali Imran ayat 159:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ
Artinya: "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu." (QS. Ali Imran: 159)
Kelembutan ini bukan tanda kelemahan, tetapi justru kekuatan akhlak dalam membina hati dan menjaga hubungan antarsesama.
b. Pemaaf dan Tidak Pendendam
Rasulullah SAW adalah sosok pemaaf. Bahkan kepada orang yang menyakiti dirinya, beliau tetap menunjukkan kasih sayang. Saat penaklukan Mekkah, beliau memaafkan orang-orang Quraisy yang dahulu menyiksanya dan para sahabatnya.
c. Menjaga Lisan dan Tidak Menyakiti Saudara
Rasulullah SAW bersabda:
"من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت"
Artinya: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan menjaga lisan, hubungan antar sesama Muslim akan lebih damai, jauh dari fitnah dan permusuhan.
3. Membangun Ukhuwah dalam Kehidupan Modern
Meneladani Rasulullah SAW dalam merawat persaudaraan sangat penting diterapkan di tengah masyarakat saat ini yang rawan dengan konflik sosial dan perpecahan umat. Beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan:
• Menebar salam dan senyum sebagai bentuk kasih sayang.
Rasulullah SAW bersabda, “Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim).