Artinya: "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka dari itu, kita harus menjaga lisan digital kita sebagaimana kita menjaga lisan secara lisan. Jangan sampai teknologi malah menjauhkan kita dari Allah karena disalahgunakan.
Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa Teknologi pada dasarnya adalah alat. Ia bisa membawa manfaat atau mudharat tergantung pada niat dan cara penggunaannya. Dalam pandangan Islam, teknologi adalah nikmat dari Allah SWT yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat iman, menambah ilmu, menyebarkan dakwah, dan memperbanyak amal shaleh.
Dengan memanfaatkan aplikasi Al-Qur’an, media sosial dakwah, reminder ibadah, hingga donasi online, kita bisa menjadikan setiap aktivitas digital sebagai ladang pahala. Namun, kita juga dituntut untuk tetap menjaga etika dan adab dalam dunia maya agar tidak terjerumus dalam dosa.
Sebagai umat Islam yang hidup di zaman serba digital, mari kita jadikan teknologi sebagai sahabat dalam perjalanan spiritual menuju ridha Allah SWT. Jangan hanya gunakan ponsel untuk hiburan dunia, tetapi jadikan ia sebagai jembatan menuju akhirat. Semoga setiap klik dan sentuhan jari kita menjadi saksi amal kebaikan di hari kiamat kelak.
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ
Artinya: "Dan katakanlah: 'Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu…'" (QS. At-Taubah: 105)
Demikianlah penjelasan yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat buat kita semua semoga kita dapat menggunakan media sosial secara bijak bahkan dapat kita gunakan untuk berbuat kebajikan sehingga dapat mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Aamiin. (djl)