Menjadi Muslim yang Lebih Baik Pasca Zulhijjah

Minggu 08-06-2025,13:30 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan

Shalat tepat waktu, memperbanyak shalat sunnah, menjaga wudhu.

2. Meninggalkan maksiat 

Tidak hanya menyesali dosa, tetapi juga meninggalkan kebiasaan buruk yang merusak diri dan iman.

3. Bertambahnya amal sosial 

Semakin peduli kepada sesama, ringan tangan dalam membantu, dan gemar bersedekah.

4. Lebih rajin menuntut ilmu 

Aktif menghadiri kajian, membaca buku Islam, dan memperdalam pemahaman agama.

5. Berakhlak mulia 

Menjaga lisan, bersikap sabar, rendah hati, dan jujur dalam setiap urusan.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Artinya: "Sesungguhnya amal yang paling dicintai oleh Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus, meskipun sedikit." (HR. Muslim)

Hadits ini menegaskan bahwa konsistensi lebih bernilai daripada kuantitas sesaat. Amal yang berkelanjutan lebih mencerminkan ketulusan dan komitmen kepada Allah SWT.

BACA JUGA:Keteladanan Pengorbanan dan Keikhlasan Kisah Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS.

Langkah-langkah Menjadi Muslim Lebih Baik Pasca Zulhijjah

1. Evaluasi diri 

Tanyakan pada diri sendiri: “Apakah saya lebih baik setelah Ramadhan, Syawal, dan Zulhijjah?”

2. Tulis target ibadah harian 

Buat catatan harian untuk shalat, tilawah, sedekah, dan dzikir agar ada progres yang nyata.

3. Bangun lingkungan baik 

Dekat dengan teman-teman saleh, ikut komunitas keislaman, dan jauhkan diri dari lingkungan maksiat.

4. Kuatkan tekad dengan doa 

Mohon kepada Allah agar diberi kekuatan untuk istiqamah dan tidak kembali ke keburukan.

Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa Zulhijjah bukanlah akhir dari semangat beribadah. Sebaliknya, ia menjadi titik tolak untuk menjadi Muslim yang lebih baik, lebih taat, dan lebih bermanfaat bagi sesama. Ketika seseorang mampu menjaga komitmen ibadah setelah bulan-bulan mulia, maka ia telah berhasil memetik buah dari ibadah tersebut.

Maka, janganlah kita menjadi hamba yang hanya mengenal Allah di bulan tertentu saja. Jadilah hamba yang mengenal-Nya sepanjang waktu, dalam suka maupun duka, lapang maupun sempit. Karena sesungguhnya Allah tidak melihat seberapa banyak ibadah yang kita lakukan sesaat, tapi seberapa lama kita mampu menjaganya hingga akhir hayat.

Kategori :