Momentum hari Tasyrik dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kekhusyukan, kualitas bacaan, pemahaman makna, dan kehadiran hati dalam shalat. Ibadah yang dilakukan dalam hari-hari mulia memiliki bobot lebih dalam timbangan amal di sisi Allah.
Langkah-Langkah Meningkatkan Kualitas Shalat di Hari Tasyrik
1. Meluruskan Niat
Shalat bukanlah sekadar gerakan tubuh, melainkan ibadah ruhiyah yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Niat yang benar akan melahirkan shalat yang khusyuk.
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
Artinya: “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Memperhatikan Waktu Shalat
Menjaga waktu shalat, terutama dengan mengerjakannya di awal waktu, adalah bentuk kesungguhan ibadah. Allah berfirman:
إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًۭا مَّوْقُوتًۭا
Artinya: “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa’: 103)
3. Memahami Bacaan Shalat
Kualitas shalat akan meningkat bila kita memahami setiap ayat dan dzikir yang dibaca. Ketika kita tahu arti bacaan, maka hati pun ikut hadir dalam setiap gerakan dan lafadz.
4. Shalat Berjamaah di Masjid
Shalat berjamaah di masjid terutama bagi laki-laki, sangat dianjurkan karena pahalanya dilipatgandakan. Hari Tasyrik adalah waktu yang tepat untuk membiasakan diri datang ke masjid.
صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
Artinya: “Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Memperbanyak Shalat Sunnah
Selain shalat wajib, hari Tasyrik adalah waktu terbaik untuk memperbanyak shalat sunnah seperti rawatib, dhuha, dan qiyamul lail. Ini adalah bentuk syukur atas nikmat kehidupan dan keselamatan.
BACA JUGA:Budaya Gotong Royong Penting dalam Masyarakat Islam
Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa hari-hari Tasyrik bukan hanya waktu untuk merayakan Idul Adha dan menikmati daging kurban, tetapi juga momentum memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah SWT. Salah satu bentuk dzikir yang paling tinggi dan utama adalah shalat. Dengan memperbaiki niat, menjaga waktu, memahami bacaan, melaksanakan shalat berjamaah, dan memperbanyak ibadah sunnah, maka kualitas shalat kita akan meningkat.
Keberkahan hari Tasyrik menjadi lebih sempurna jika diisi dengan shalat yang khusyuk, ikhlas, dan terhubung dengan hati. Ini adalah bentuk nyata dari syukur dan dzikir kepada Allah yang telah menganugerahkan kita kehidupan, keimanan, dan kesempatan untuk beribadah di hari-hari yang mulia.
Marilah kita jadikan hari-hari Tasyrik sebagai momentum perubahan. Jika selama ini shalat masih dianggap sebagai rutinitas, maka kini saatnya menjadikannya kebutuhan jiwa yang hakiki. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, terutama shalat, dan menjadikannya cahaya bagi hati kita serta pembuka jalan menuju surga-Nya. (djl)