Para da’i, relawan kemanusiaan, dan pegiat sosial seringkali harus mengorbankan waktu pribadi, tenaga, bahkan keselamatan mereka demi menyampaikan pesan Islam dan membantu sesama. Ini adalah bentuk pengorbanan yang sangat dicintai oleh Allah, sebagaimana dalam firman-Nya:
"وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللَّهِ"
Artinya: "Dan apa saja kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, niscaya kamu mendapat pahalanya di sisi Allah." (QS. Al-Baqarah: 110)
Segala bentuk pengorbanan untuk kebaikan, meskipun kecil, akan Allah balas dengan pahala besar.
4. Pengorbanan Mengendalikan Hawa Nafsu
Di era digital ini, menjaga diri dari maksiat dan godaan syahwat adalah pengorbanan tersendiri. Menahan diri dari yang haram, menjaga pandangan, dan menghindari fitnah dunia membutuhkan pengorbanan batiniah yang kuat.
Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Tirmidzi yang berbunyi:
"الْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي طَاعَةِ اللَّهِ"
Artinya: "Seorang mujahid sejati adalah orang yang berjihad melawan dirinya sendiri dalam ketaatan kepada Allah." (HR. Tirmidzi)
Melawan hawa nafsu adalah pengorbanan batin yang berat namun sangat mulia.
BACA JUGA:Menyambut Hari Arafah dengan Iman dan Taqwa
Spirit Pengorbanan sebagai Jalan Menuju Surga
Islam tidak membiarkan setiap pengorbanan berlalu sia-sia. Allah menjanjikan ganjaran yang besar bagi mereka yang rela berkorban di jalan-Nya. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman dalam alam Surat At-taubah ayat 111 yang mana berbunyi:
"إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ"
Artinya: "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka." (QS. At-Taubah: 111)
Ini menunjukkan bahwa setiap pengorbanan yang dilakukan dengan niat karena Allah adalah transaksi spiritual yang menguntungkan, sebab balasannya adalah surga.
Dari penjelasan di atas maka dapatlah kita simpulkan bahwa Spirit pengorbanan dalam Islam bukan hanya ditujukan untuk momen-momen besar seperti Idul Adha, tapi merupakan nilai abadi yang seharusnya hadir dalam keseharian seorang Muslim. Dalam hubungan keluarga, persahabatan, aktivitas sosial, hingga dalam perjuangan menundukkan hawa nafsu, pengorbanan adalah fondasi kebaikan.
Pengorbanan mengajarkan kita untuk tidak egois, untuk memberi tanpa berharap balasan duniawi, dan untuk selalu menjadikan ridha Allah sebagai tujuan utama. Semakin seseorang mampu berkorban dengan ikhlas, maka semakin dekat dia kepada derajat muttaqin (orang yang bertakwa).