Persiapan Mental dan Fisik untuk Melaksanakan Ibadah Haji

Jumat 30-05-2025,15:30 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim yang mana berbunyi: 

مَنْ حَجَّ لِلَّهِ، فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ، رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ 

Artinya: "Barangsiapa yang menunaikan haji karena Allah, lalu ia tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, maka ia pulang dalam keadaan seperti saat ia dilahirkan ibunya." (HR. Bukhari no. 1521 dan Muslim no. 1350)

Untuk meraih derajat ini, seorang Muslim harus:

Memperbanyak dzikir dan doa, terutama doa yang diajarkan Rasulullah SAW.

Meninggalkan maksiat dan perbuatan sia-sia.

Membersihkan hati dari dengki, iri, sombong, dan penyakit hati lainnya.

Mengikhlaskan segala amal ibadah hanya kepada Allah SWT, bukan karena riya’ atau ingin dipuji.

5. Persiapan Sosial dan Keuangan

Persiapan terakhir yang juga penting adalah memastikan kehalalan harta yang digunakan untuk berhaji serta meninggalkan keluarga dalam keadaan baik.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 197 yang mana berbunyi: 

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَاتٌ ۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ

Artinya: "Haji adalah beberapa bulan yang telah diketahui. Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji." (QS. Al-Baqarah: 197)

Memastikan nafkah keluarga tercukupi selama kita berhaji, melunasi utang-utang, dan menjaga amanah terhadap tanggungan adalah bagian dari tanggung jawab moral seorang calon haji.

BACA JUGA:Haji: Perjalanan Spiritual Menuju Keridhoan Allah SWT

Dari penjelasan di atas maka dapat kita simpulkan bahwa Ibadah haji adalah ibadah yang sangat agung dan membutuhkan persiapan menyeluruh. Tidak hanya menyiapkan biaya dan dokumen perjalanan, tetapi juga yang terpenting adalah kesiapan mental, fisik, spiritual, serta sosial.

Seorang Muslim yang ingin berangkat haji harus menata niat yang ikhlas, memperkuat kesabaran, meningkatkan kondisi fisik, memperdalam ilmu agama, serta memperbanyak dzikir dan taubat. Dengan demikian, ibadah haji tidak hanya menjadi ritual fisik, melainkan menjadi momentum transformasi diri menuju insan yang lebih taat, sabar, dan bertaqwa.

Kategori :