Mengisi hati dengan ingatan kepada Allah, sumber ketenangan sejati.
* Beramal shalih:
Menghidupkan jiwa dengan kebaikan yang mempererat hubungan sosial dan spiritual.
BACA JUGA:Menghindari Dosa-Dosa yang Menghambat Perjalanan Ibadah
Dari penjelasan di atas maka dapat kita simpulkan bahwa Bulan Dzulqa’dah adalah bulan yang sarat makna dan keistimewaan, terutama sebagai waktu menyembuhkan hati dan jiwa. Ketika dunia bergerak cepat dan penuh ujian, Dzulqa’dah memberi kesempatan bagi umat Islam untuk berhenti sejenak, mengevaluasi diri, dan membersihkan hati dari segala luka dan dosa. Dengan menjalani bulan ini secara penuh kesadaran spiritual, hati menjadi lebih tenang, jiwa lebih kuat, dan persiapan menyambut ibadah haji dan bulan Dzulhijjah menjadi lebih bermakna.
Keutamaan bulan ini yang diatur oleh syariat memberikan ruang bagi umat untuk memperbaiki diri, mempererat tali persaudaraan, dan menguatkan hubungan dengan Allah SWT melalui taubat, dzikir, dan amal shalih. Dengan demikian, Dzulqa’dah menjadi bulan penyembuhan hati dan jiwa yang sangat penting dalam perjalanan spiritual seorang Muslim.
Marilah kita manfaatkan bulan Dzulqa’dah dengan sebaik-baiknya sebagai momen refleksi dan perbaikan diri. Jangan biarkan kesibukan dunia menghalangi kita untuk menenangkan hati dan membersihkan jiwa. Berdoa, berdzikir, memperbaiki hubungan sosial, dan beramal shalih hendaknya menjadi kegiatan rutin yang mengiringi setiap hari di bulan mulia ini.
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-Nya yang mampu memetik pelajaran dan keutamaan di bulan Dzulqa’dah, sehingga hati kita sembuh dari segala luka, jiwa kita kuat dalam iman, dan kita siap menyambut rahmat serta berkah-Nya. Aamiin. (djl)