مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ، جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Artinya; "Barang siapa yang membiasakan diri beristighfar, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan, kebahagiaan dari setiap kesedihan, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Abu Dawud)
3. Memperbaiki Akhlak dan Hubungan Sosial
Momentum ini bisa digunakan untuk meminta maaf, memperbaiki hubungan yang retak, serta menebar kebaikan dalam lingkungan sosial.
4. Menjauhi Dosa-Dosa Besar dan Kecil
Menahan diri dari maksiat, baik yang tampak maupun tersembunyi, adalah bagian dari penghormatan terhadap bulan-bulan haram.
BACA JUGA:Berdoa di Waktu Mustajab: Keutamaan Doa di Bulan Dzulqa’dah
Dari penjelasan di atas maka dapatlah kita disimpulkan bahwa Bulan Dzulqa’dah bukanlah sekadar bagian dari penanggalan Hijriyah, melainkan bulan yang penuh kehormatan dan makna spiritual mendalam. Ia adalah pengingat bagi setiap Muslim untuk menjaga diri dari perbuatan zalim, memperbanyak amal saleh, dan memperbaiki hubungan dengan Allah serta sesama manusia. Dalam bulan ini, kita diajak untuk berbenah diri — mengevaluasi diri, bertaubat, dan memperkuat tekad menjadi pribadi yang lebih baik.
Mari jadikan Dzulqa’dah sebagai momentum untuk memperbarui komitmen kita kepada Allah SWT. Jadikan setiap harinya sebagai kesempatan memperbaiki diri, karena tidak ada waktu yang lebih baik untuk berubah selain sekarang. Semoga Allah SWT memberikan kita taufik dan hidayah untuk istiqamah dalam kebaikan dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mendapat keberkahan di bulan-bulan yang mulia ini. Aamiin. (djl)