Menghindari Riya dan Pamrih Dunia
Salah satu musuh keikhlasan adalah riya (beramal karena ingin dilihat orang) dan sum’ah (beramal karena ingin didengar atau dikenal orang). Amal yang dilakukan dengan tujuan ini bukan hanya tidak diterima, tapi justru bisa mendatangkan murka Allah SWT.
Dalam sebuah hadits qudsi, Allah SWT berfirman dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim yang mana berbunyi:
أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ، مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ
Artinya: "Aku adalah Zat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa melakukan suatu amal yang di dalamnya ia menyekutukan Aku dengan yang lain, maka Aku tinggalkan dia dan sekutunya."
(HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa Allah tidak akan menerima amal yang tercampur dengan niat selain karena-Nya. Maka sangat penting bagi seorang mukmin untuk senantiasa muhasabah terhadap niatnya dalam setiap amal.
BACA JUGA:Berbagi Kebahagiaan dengan Sesama: Sedekah dan Zakat di Bulan Dzulqa’dah
Keutamaan Ikhlas di Bulan Dzulqa’dah
Sebagaimana bulan haram lainnya, Dzulqa’dah adalah waktu yang diberkahi, di mana amal saleh dilipatgandakan dan kemaksiatan dilipatgandakan dosanya. Ini ditegaskan dalam firman Allah SWT yang terdapat dalam Al-Qur'an Surat At-taubah ayat 36 yang mana berbunyi:
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ ٣٦
Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa" (QS. At-Taubah: 36)
Karena keutamaannya, amal ibadah yang dikerjakan di bulan ini seperti shalat sunnah, puasa sunnah, dzikir, sedekah, dan memperbaiki akhlak—sangat ditekankan untuk dilakukan dengan penuh kesadaran dan niat ikhlas. Hal ini menjadi bagian dari cara menyempurnakan amal agar bernilai tinggi di sisi Allah.
Buah dari Keikhlasan dalam Amal
Amal yang dilakukan dengan ikhlas akan membuahkan ketenangan batin, keberkahan hidup, serta pahala yang tak terhingga di akhirat. Orang yang ikhlas tidak akan kecewa bila tidak mendapatkan pujian atau penghargaan dari manusia, karena ia tahu bahwa penilaian utama datang dari Allah SWT.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
"Amalan yang dilakukan dengan ikhlas dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW akan naik ke langit, dan diterima oleh Allah, meski sedikit. Sedangkan amalan yang dilakukan tanpa ikhlas akan tertolak, meski banyak."
Cara Menjaga Keikhlasan