Berbagi Kebahagiaan dengan Sesama: Sedekah dan Zakat di Bulan Dzulqa’dah

Berbagi Kebahagiaan dengan Sesama: Sedekah dan Zakat di Bulan Dzulqa’dah

Radarseluma.disway.id - Berbagi Kebahagiaan dengan Sesama: Sedekah dan Zakat di Bulan Dzulqa’dah--

Reporter: Juli Irawan 

Radarseluma.disway.id - Bulan Dzulqa’dah merupakan salah satu bulan haram dalam kalender Islam yang memiliki keutamaan tersendiri. Selain menjadi bagian dari bulan-bulan haji, bulan Dzulqa’dah juga merupakan momen tepat untuk meningkatkan amal ibadah, termasuk sedekah dan zakat. Dalam Islam, sedekah dan zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga sarana untuk mempererat tali persaudaraan, membersihkan harta, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Melalui sedekah dan zakat, umat Islam diajak untuk memperhatikan kebutuhan orang lain, terutama mereka yang kurang beruntung.

Berbagi kebahagiaan lewat sedekah dan zakat di bulan Dzulqa’dah bukan hanya memperkuat ikatan sosial, tetapi juga mendatangkan keberkahan dan rahmat dari Allah SWT. Artikel ini akan mengulas makna, hukum, keutamaan sedekah dan zakat, serta bagaimana keduanya dapat menjadi sumber kebahagiaan bagi pemberi dan penerima.

Pengertian Sedekah dan Zakat

Sedekah berasal dari kata “ṣadaqah” yang secara bahasa berarti “kebenaran” atau “kejujuran”. Dalam istilah syariat, sedekah adalah memberikan harta atau sesuatu yang bermanfaat secara sukarela kepada orang lain yang membutuhkan demi mendapatkan ridha Allah SWT.

Sedangkan zakat secara bahasa berarti “bersih” atau “suci”. Dalam syariat, zakat adalah kewajiban tertentu yang harus dikeluarkan oleh setiap muslim yang memenuhi syarat tertentu dari harta yang dimilikinya, untuk disalurkan kepada mustahik (orang yang berhak menerima zakat). Zakat adalah rukun Islam yang ketiga setelah syahadat dan salat.

BACA JUGA:Meningkatkan Ketulusan dalam Beribadah di Bulan Dzulqa’dah

Dalil-dalil tentang Sedekah dan Zakat

Dalil tentang Sedekah

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 274 yang mana berbunyi: 

"الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ"

Artinya: “Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah: 274)

Ayat ini menegaskan keutamaan sedekah yang dilakukan kapan saja dan dalam kondisi apa saja, baik secara tersembunyi maupun terang-terangan. Allah menjanjikan pahala besar tanpa rasa takut dan sedih bagi yang menunaikan sedekah. 

Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda yang mana berbunyi:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

Artinya: “Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim)

Sumber:

Berita Terkait