Artinya: “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 58)
Fitnah dapat memecah belah persatuan, menghancurkan rumah tangga, dan merusak tatanan sosial. Lebih dari itu, fitnah bisa berujung pada pembunuhan dan peperangan. Rasulullah SAW mengingatkan dalam Sabdanya dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Abu Nu'aim dan Baihaqi yang mana berbunyi:
الْفِتْنَةُ نَائِمَةٌ، لَعَنَ اللَّهُ مَنْ أَيْقَظَهَا
Artinya: “Fitnah itu sedang tertidur, Allah melaknat siapa saja yang membangunkannya.” (HR. Abu Nu’aim dan Baihaqi)
BACA JUGA:Doa yang Mustajab di Waktu Mustajab: Manfaatkan Dzulqa’dah
Menjaga Lisan: Jalan Menuju Keselamatan
Menjaga lisan bukan sekadar menjauhi ucapan kotor, tapi juga menahan diri dari ghibah, namimah, berkata dusta, mencaci, dan bersumpah palsu. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari yang mana berbunyi:
إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ، لاَ يُلْقِي لَهَا بَالًا، يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ
Artinya': “Sesungguhnya seseorang mengucapkan suatu kata yang dimurkai Allah, yang ia anggap ringan, namun ia terjerumus karenanya ke dalam neraka Jahannam.” (HR. Bukhari)
Oleh karena itu, di bulan Dzulqa’dah yang penuh keutamaan ini, mari kita perbanyak muhasabah. Jangan jadikan lisan sebagai alat penghancur kebaikan kita. Lisan bisa menjadi sebab seseorang masuk surga, tapi juga bisa menjadi sebab ia terjerumus ke neraka.
Langkah Praktis Menjaga Lisan dan Menghindari Fitnah
Banyak Berdzikir dan Membaca Al-Qur’an
Hal ini akan membantu kita terbiasa berkata baik dan menjauhkan diri dari ucapan yang sia-sia.
Bergaul dengan orang saleh
Lingkungan yang baik akan mendidik lisan kita untuk berkata benar dan menjaga kehormatan orang lain.
Berpikir sebelum berbicara