Nabi SAW mengajarkan kita untuk menimbang dahulu manfaat dan mudarat ucapan kita.
Jauhi perdebatan yang sia-sia
Banyak orang terjebak dalam konflik lisan hanya karena keinginan menang debat, bukan mencari kebenaran.
Minta maaf dan bertobat bila terlanjur menyakiti dengan lisan
Allah Maha Pengampun, namun hubungan antar manusia wajib diselesaikan dengan saling memaafkan.
BACA JUGA:Dzulqa’dah: Bulan Istirahat dari Perang, Bulan Aktif dalam Ibadah
Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa Bulan Dzulqa’dah adalah momentum emas untuk memperbaiki lisan dan menghindari dosa-dosa yang sering kita anggap sepele. Allah SWT telah menegaskan bahwa bulan ini adalah bulan mulia yang harus dijaga dari perbuatan zalim. Sementara Rasulullah SAW berulang kali menekankan pentingnya menjaga lisan dan bahayanya menyebar fitnah. Maka, mari kita jadikan bulan ini sebagai awal dari komitmen kita untuk menjaga tutur kata, menyebarkan kebaikan, dan meninggalkan segala bentuk ucapan yang merusak.
Tidak ada keselamatan sejati bagi seorang Muslim jika lisannya belum terjaga. Bulan Dzulqa’dah adalah panggilan bagi kita semua untuk menahan lisan dari berkata kotor, menyebar berita palsu, dan merusak nama baik sesama. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita agar termasuk dalam golongan hamba-hamba-Nya yang selamat di dunia dan akhirat karena lisannya selalu dijaga.
اللَّهُمَّ أَلْهِمْنَا رُشْدَنَا وَقِنَا شَرَّ أَلْسِنَتِنَا
Artinya: “Ya Allah, ilhamkanlah kepada kami petunjuk-Mu dan lindungilah kami dari kejahatan lisan kami.” (Amin ya Rabbal ‘alamin)
Demikianlah yang dapat kita sampaikan semoga bermanfaat buat kita semua. (djl)