1. Lalai dengan media sosial berlebihan
2. Bergadang tanpa manfaat
3. Banyak bicara yang tak berguna
Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang di riwayatkan oleh Hadits Tirmidzi yang mana berbunyi:
مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ
Artinya: “Termasuk tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Tirmidzi)
Dari penjelasan di atas maka dapat kita sampaikan bahwa Bulan Dzulqa’dah adalah waktu mulia yang sering dilalaikan karena tidak ada momen besar di dalamnya. Padahal, justru di sinilah ujian keistiqamahan dan kesungguhan menjaga ibadah setelah Ramadhan. Menjaga waktu dari kesia-siaan adalah bentuk kesyukuran atas nikmat hidup dan merupakan jalan menuju keberkahan.
Jadikan hari-harimu penuh makna dengan ibadah-ibadah harian yang konsisten, meski sederhana. Karena yang Allah cintai adalah amalan yang terus-menerus dilakukan meskipun sedikit.
وَخَيْرُ الْعَمَلِ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ
Artinya: “Dan amal yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus meski sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mari jadikan bulan Dzulqa’dah sebagai sarana memperbaiki ritme ibadah kita, menjaga waktu dari kemaksiatan, dan memaksimalkannya untuk meraih ridha Allah. Waktu adalah kehidupan. Barang siapa menjaga waktunya, dia menjaga hidupnya. Dan siapa yang menyia-nyiakan waktunya, dia sedang menabung penyesalan di akhirat. (djl)