Dzulqa’dah adalah bulan mulia yang terletak di antara dua momentum besar: setelah Ramadhan dan sebelum Dzulhijjah. Ini waktu emas untuk menjaga kestabilan ibadah dan memperbaiki kualitas diri. Sayangnya, banyak yang justru terlena, merasa tidak ada momen besar, dan akhirnya lalai.
Dalam bulan Dzulqa’dah ini, Allah melarang kezaliman, termasuk menzalimi diri sendiri dengan membuang waktu secara sia-sia sebagaimana dijelaskan dalam potongan Al-Qur'an Surat At-taubah ayat 36 yang mana berbunyi:
فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ
Artinya:;“Maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu (bulan haram).” (QS. At-Taubah: 36)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa larangan berbuat dosa dalam bulan haram lebih besar dosanya, dan amal baik di dalamnya juga lebih besar pahalanya.
Target Harian Ibadah di Bulan Dzulqa’dah
Agar waktu tidak berlalu sia-sia, maka hendaknya seorang Muslim membuat target harian ibadah yang membantunya memaksimalkan hari-hari di bulan Dzulqa’dah. Berikut beberapa target yang bisa dijadikan acuan:
1. Shalat Wajib Tepat Waktu dan Berjamaah
Target utama adalah menjaga shalat lima waktu tepat waktu, dan semaksimal mungkin berjamaah di Masjid. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa ayat 103 yang mana berbunyi:
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا
Artinya:;“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa: 103)
2. Qiyamul Lail (Shalat Malam) dan Witir
Menjaga kebiasaan qiyamul lail menjadi cara agar hati selalu terjaga dari kekosongan spiritual. Minimal dua rakaat dan satu witir. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Isro ayat 79 yang mana berbunyi:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ
Artinya: “Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai ibadah tambahan bagimu.” (QS. Al-Isra’: 79)
3. Tilawah Al-Qur’an Harian