Ayat ini menegaskan bahwa sesama Muslim sejatinya adalah saudara. Ukhuwah bukan pilihan, tapi keharusan yang melekat dalam keimanan. Membangun dan menjaga ukhuwah berarti membangun kekuatan umat dan mendapat rahmat dari Allah
Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang di riwayatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim yang mana berbunyi:
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
Artinya: “Orang mukmin terhadap mukmin yang lain seperti bangunan, yang sebagian menguatkan sebagian yang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Perumpamaan ini menunjukkan bahwa ukhuwah menjadikan umat Islam kuat dan kokoh seperti bangunan yang saling menopang. Tanpa ukhuwah, umat akan mudah tercerai-berai dan lemah menghadapi tantangan zaman.
BACA JUGA:Menjadi Muslim yang Produktif di Bulan Dzulqa’dah
Manfaat Berjamaah dan Ukhuwah di Bulan Mulia
Mendapat Pahala Berlipat Ganda:
Bulan mulia adalah saat Allah melipatgandakan pahala. Dengan berjamaah dan menjalin ukhuwah, seseorang mendapat pahala dari ibadah dan juga dari mempererat tali silaturahmi.
Menumbuhkan Empati dan Solidaritas:
Dengan berjamaah di masjid dan membangun ukhuwah, kita lebih peka terhadap keadaan saudara kita. Kita jadi tahu siapa yang butuh bantuan, siapa yang sedang sakit, dan siapa yang perlu dukungan moral.
Menghindari Sifat Egois dan Individualisme:
Ukhuwah mendorong kita untuk keluar dari keakuan. Dalam berjamaah, semua berdiri sejajar, dari pemimpin hingga rakyat biasa. Tidak ada kasta dalam Islam. Semua bersatu dalam satu saf.
Menjadi Sarana Dakwah yang Efektif:
Ketika umat Islam bersatu dan hidup dalam ukhuwah yang hangat, maka wajah Islam akan terlihat indah di mata dunia. Ini menjadi dakwah bil hal yang sangat kuat.
Menjadi Kekuatan dalam Menghadapi Tantangan Umat:
Umat yang bersatu tidak mudah dipecah belah. Dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi, hingga politik, kekuatan ukhuwah dan semangat berjamaah menjadi pilar penting keberhasilan.
Contoh Praktis Ukhuwah dan Berjamaah di Bulan Mulia
- Menghadiri shalat lima waktu di masjid secara berjamaah.
- Ikut serta dalam kajian rutin dan majelis ilmu.
- Membantu tetangga yang membutuhkan makanan atau bantuan selama bulan mulia.
- Mengadakan buka puasa bersama dan kegiatan sosial.
- Menyapa, mengunjungi, dan memaafkan saudara Muslim yang pernah berselisih.
BACA JUGA:Menghidupkan Waktu Luang dengan Ilmu dan Dzikir
Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa Berjamaah dan ukhuwah adalah dua amalan besar yang saling menguatkan. Dalam berjamaah, ukhuwah tercipta. Dalam ukhuwah, berjamaah semakin kokoh. Keduanya menjadi sangat istimewa ketika dilakukan di bulan-bulan mulia, saat pahala berlipat dan hati lebih mudah untuk tersentuh oleh kebaikan. Allah dan Rasul-Nya sangat menganjurkan umat Islam untuk hidup dalam kebersamaan, bukan dalam kesendirian.
Mari jadikan bulan-bulan mulia ini sebagai momentum kebangkitan ukhuwah dan kebersamaan. Kuatkan jamaah di masjid, pererat silaturahmi di masyarakat, dan bangun solidaritas dalam kehidupan umat. Dengan semangat berjamaah dan ukhuwah, insya Allah kita akan menjadi umat yang kuat, dirahmati Allah, dan menjadi cahaya bagi seluruh alam.
اللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
Artinya: “Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR. Muslim)
Demikianlah yang dapat kita sampaikan semoga bermanfaat. (djl)