Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan... di antaranya empat bulan haram." (QS. At-Taubah: 36)
Ibn Katsir menjelaskan bahwa dosa di bulan-bulan haram lebih besar dari bulan-bulan lainnya, dan amal kebaikan juga lebih besar pahalanya.
Karena itu, melakukan amal ibadah seperti puasa sunnah, sedekah, zikir, dan qiyamul lail pada bulan-bulan haram sangat dianjurkan. Namun jika semua itu ternodai oleh riya, maka semua amalan tersebut akan gugur nilainya di sisi Allah.
Ciri-ciri Riya dalam Amal
Beberapa ciri-ciri riya dalam amal antara lain:
- Bersemangat dalam ibadah saat dilihat orang, malas saat sendiri.
- Mengharap pujian dari manusia atas amal yang dilakukan.
- Merasa kecewa ketika amal tidak diketahui orang.
- Menceritakan amal kebaikan dengan tujuan untuk dipuji.
Amal yang diliputi riya tidak hanya tidak diterima oleh Allah, tetapi pelakunya juga bisa mendapat murka Allah. Dalam hadits Qudsi, Allah berfirman dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim yang mana berbunyi:
"أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ، مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي، تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ"
Artinya: "Aku adalah Zat yang paling tidak butuh terhadap sekutu. Barang siapa yang melakukan amal dan ia menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, maka Aku tinggalkan dia dan kesyirikannya." (HR. Muslim, no. 2985)
BACA JUGA:Merawat Iman Setelah Ramadhan: Tugas Sepanjang Tahun
Cara Menjaga Amal dari Riya
Luruskan Niat dari Awal
Niat adalah penentu nilai amal. Niat harus ikhlas karena Allah, bukan karena pujian manusia. Rasulullah bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim yang mana berbunyi:
"إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى"
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa menjaga amal dari riya bukanlah hal mudah, apalagi di bulan-bulan yang dimuliakan ketika semangat beramal cenderung meningkat. Namun, justru di saat semangat itu muncul, setan berusaha menyusupkan niat yang rusak agar amal jadi sia-sia. Maka, menjaga keikhlasan dalam setiap amal adalah perjuangan tiada henti sepanjang hidup.
Keikhlasan adalah ruh dari ibadah. Tanpa keikhlasan, amal tak lebih dari rutinitas kosong yang hanya mendapat lelah, tapi tidak bernilai di sisi Allah. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa menjaga amal dari riya dengan meluruskan niat, menyembunyikan amal, memperbanyak doa, serta bermuhasabah setiap waktu.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta‘ala menjadikan amal kita ikhlas karena-Nya semata, dan menerima amal kita sebagai bekal menuju surga-Nya.
اللهم اجعل أعمالنا خالصة لوجهك الكريم، ولا تجعل فيها حظاً لغيرك يا أرحم الراحمين
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah amal-amal kami ikhlas untuk wajah-Mu yang mulia, dan jangan jadikan di dalamnya bagian untuk selain-Mu, wahai Yang Maha Pengasih di antara yang mengasihi."
Demikianlah penjelasan yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat buat kita semua. (djl)