Artinya: “Takutlah kalian terhadap kezaliman, karena kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Muslim)
Nabi SAW selalu menjaga diri dari menyakiti hati orang lain, baik secara lisan maupun perbuatan. Beliau mengajarkan agar tidak menzalimi orang lain, bahkan terhadap orang yang berbeda keyakinan sekalipun.
2. Menghindari Permusuhan dan Pertikaian
Dalam sejarahnya, Rasulullah SAW tidak pernah memulai peperangan kecuali dalam rangka membela diri dan mempertahankan Islam. Beliau bahkan menghindari konflik di bulan-bulan haram, sebagaimana dicontohkan saat peristiwa Perjanjian Hudaibiyah, di mana Nabi SAW lebih memilih berdamai walaupun secara lahir tampak merugikan kaum Muslimin.
Hal ini selaras dengan sabda beliau Yanga mana diabadikan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim yang mana berbunyi:
كُلُّ المُسْلِمِ عَلَى المُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ
Artinya: “Setiap Muslim atas Muslim lainnya haram (disakiti) darahnya, hartanya, dan kehormatannya.” (HR. Muslim)
3. Meningkatkan Amal Ibadah
Bulan-bulan haram adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah. Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang selalu memperbanyak puasa sunnah, shalat malam, dzikir, dan amal kebajikan lainnya.
Dalam sebuah Hadits disebutkan sebagaimana dijelaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim yang mana berbunyi:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
Artinya: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR. Muslim)
Ini menunjukkan bahwa bulan haram adalah waktu istimewa yang dipilih Nabi SAW untuk memperbanyak ibadah.
BACA JUGA:Bulan Dzulqa’dah: Waktu Dimulainya Perjanjian Damai dalam Sejarah Islam
4. Mengajarkan Kelembutan dan Kesabaran
Rasulullah SAW selalu mengedepankan kelembutan dalam menghadapi kebodohan dan kerasnya hati orang-orang musyrik. Sikap ini juga harus menjadi teladan, apalagi di bulan-bulan haram yang mengedepankan perdamaian dan kasih sayang.
Nabi bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim yang mana berbunyi:
إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ، وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ
Artinya: “Sesungguhnya kelembutan itu tidaklah ada pada sesuatu kecuali akan menghiasinya, dan tidak dicabut dari sesuatu kecuali akan memperburuknya.” (HR. Muslim)