Dzulqa’dah dan Kisah Nabi Musa AS: Pelajaran dari Bulan Penantian

Sabtu 03-05-2025,11:30 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan

5.;Refleksi Dzulqa’dah: Waktu untuk Menenangkan Jiwa

Bulan Dzulqa’dah bukan hanya waktu istirahat dari konflik, tetapi juga momentum untuk memurnikan niat dan memperkuat hubungan dengan Allah. Seperti halnya Nabi Musa yang berdiam diri dan memperdalam spiritualitasnya, kita pun bisa menjadikan bulan ini sebagai waktu “khalwat” dari dunia—berintrospeksi, menguatkan dzikir, memperbanyak istighfar, dan memperbaiki diri.

Dzulqa’dah dan kisah Nabi Musa AS adalah potret agung tentang penantian yang penuh makna. Dalam masa menunggu itu, terkandung pelajaran tentang kesabaran, keikhlasan, dan persiapan ruhani untuk menyambut pertemuan dengan Allah. Marilah kita jadikan bulan ini sebagai sarana mendekatkan diri, memperkuat iman, serta memohon kepada Allah agar diberi kesabaran dan petunjuk sebagaimana Nabi Musa AS diberikan cahaya dan hikmah setelah 40 malam yang penuh pengabdian.

Semoga kita termasuk dalam golongan hamba-hamba yang mampu memaknai penantian bukan sebagai beban, tetapi sebagai ladang amal dan peningkatan diri. (djl)

 

Kategori :