BACA JUGA:Inilah Amalan-amalan Sederhana Namun Bernilai Besar di Bulan Dzulqa’dah
Pelajaran dari Masa Penantian Nabi Musa AS
1. Pentingnya Kesabaran dalam Menanti Petunjuk Allah
Nabi Musa menjalani empat puluh malam dengan penuh kesabaran. Ini adalah simbol bahwa dalam hidup, ada masa-masa ketika seseorang harus bersabar dalam penantian. Apakah itu menanti jodoh, rezeki, pertolongan, atau jawaban atas doa-doa.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Tirmidzi:
وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ"
Artinya: "Dan ketahuilah bahwa pertolongan datang bersama kesabaran."(HR. Tirmidzi)
2. Persiapan Spiritual Sebelum Menerima Amanah
Nabi Musa tidak serta-merta menerima wahyu Taurat tanpa persiapan. Allah memerintahkannya untuk terlebih dahulu menyendiri, merenung, dan menyucikan jiwa. Ini menjadi pelajaran bahwa setiap amanah besar dalam hidup harus diawali dengan persiapan ruhani yang matang.
3. Ujian Kepemimpinan dan Pengkhianatan Kaum
Ketika Nabi Musa kembali, ia mendapati kaumnya telah tersesat dengan menyembah patung anak sapi karena diprovokasi oleh Samiri. Ini menjadi pelajaran bahwa dalam proses penantian dan perjuangan, akan selalu ada ujian dari pengikut, bahkan saat pemimpin sedang berjuang keras.
"فَرَجَعَ مُوسَىٰ إِلَىٰ قَوْمِهِ غَضْبَانَ أَسِفًا"
Artinya: “Maka Musa kembali kepada kaumnya dalam keadaan marah dan sedih" (QS. Al-A’raf: 150)
BACA JUGA:Dzulqa’dah: Momentum Perbanyak Istighfar dan Taubat
4. Makna Tawakal dan Penyerahan Diri
Selama 40 malam, Nabi Musa meninggalkan kaumnya dan menyerahkan mereka kepada Harun AS sebagai pengganti. Ini adalah bentuk tawakal, bahwa setelah usaha dilakukan, hasilnya dikembalikan kepada Allah.