Bayar US$ 1 Miliar ke BoP, Menurut Menlu Ini Kegunaanya!

Bayar US$ 1 Miliar ke BoP, Menurut Menlu Ini Kegunaanya!

Menlu RI--

 

Jakarta, Radarseluma.disway.id - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa Indonesia belum membayar iuran sebesar US$1 miliar untuk menjadi anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace).

 

BACA JUGA:Eks Camat di Rumah Oknum Guru PPPK Bantah Zina, Hanya Numpang Sahur

BACA JUGA:Pixel Bisa Masuk Indonesia, TKDN Khusus Produk AS Dihapus! iPhone Segera Rilis

Sugiono mengatakan iuran atau kontribusi sebesar US$1 miliar bukan merupakan iuran wajib atau syarat keanggotaan.

 

"Jadi dari awal saya bilang, ini yang namanya itu bukan iuran keanggotaan, bukan syarat keanggotaan. Tidak, kita sekarang sudah anggota nggak perlu bayar juga nggak apa-apa. Tapi kalau misalnya kemarin tuh kita mau jadi anggota permanen, ada kontribusi USD 1 miliar itu, kan gitu," kata Sugiono, Minggu, 22 Februari 2026.

 

Lebih lanjut, Sugiono menekankan bahwa kontribusi yang dibayarkan oleh negara anggota BoP tidak melulu harus dalam bentuk uang tunai. Ada pula kontribusi yang dapat ditunjukkan lewat pengiriman pasukan ke Gaza melalui mekanisme International Stabilization Force (ISF).

 

"Ada (kontribusinya) uang, pasukan (ISF), ada juga kontribusi orang per orang yang mengirim lewat rekening di World Bank kemarin," jelas Sugiono.

 

BACA JUGA:Toyota Hilux: Mobil Double Cabin Canggih dan Mewah yang Populer di Indonesia

Sumber: