BACA JUGA:Menjadikan Syawal sebagai Awal Perubahan Diri
2. Perang Badar: Pertolongan Allah di Saat Lemah
Perang Badar adalah peristiwa monumental saat kaum Muslimin yang jumlahnya hanya sekitar 313 orang mampu mengalahkan pasukan Quraisy yang berjumlah lebih dari 1.000 orang. Ini menunjukkan bahwa kemenangan bukan karena jumlah atau kekuatan, tapi karena keimanan dan pertolongan Allah.
Dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Ali Imran ayat 123 Allah SWT berfirman yang mana berbunyi:
وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنْتُمْ أَذِلَّةٌ
Artinya: "Sungguh Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu (saat itu) dalam keadaan lemah." (QS. Ali Imran: 123)
Hikmahnya adalah bahwa kekuatan iman dan tawakal kepada Allah jauh lebih berharga dari sekadar jumlah dan persenjataan.
3. Perjanjian Hudaibiyah: Kesabaran Mendatangkan Kemenangan
Secara kasat mata, perjanjian Hudaibiyah tampak merugikan kaum Muslimin. Namun, Rasulullah SAW menerimanya dengan bijaksana karena ia tahu bahwa hasil dari perjanjian ini akan membuka jalan dakwah lebih luas.
Allah menyebut perjanjian ini sebagai kemenangan nyata sebagimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Al-Fath ayat 1 yang berbunyi:
إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينً
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata." (QS. Al-Fath: 1)
Hikmahnya adalah bahwa terkadang kekalahan atau kerugian di awal bisa menjadi kemenangan besar jika disikapi dengan kesabaran dan strategi yang tepat.
BACA JUGA:Keutamaan Dzikir dalam Kehidupan Sehari-hari
4. Isra’ Mi’raj: Mengokohkan Akidah dan Keistimewaan Shalat
Isra’ dan Mi’raj adalah perjalanan spiritual Nabi Muhammad Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha lalu naik ke langit, yang menunjukkan bahwa Agama Islam bersumber dari langit dan saling terhubung dengan Agama-agama samawi sebelumnya.