يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-Hasyr: 18)
Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Tirmidzi Nabi Muhammad Rasulullah SAW yang mana berbunyi:
"الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ، وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ."
Artinya: "Orang yang cerdas adalah yang mengoreksi dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati." (HR. Tirmidzi)
Imam Al-Ghazali menyeru setiap Muslim untuk menyendiri sejenak di setiap malamnya, merenungi hari yang telah dilalui: apakah penuh dosa atau kebaikan? Kemudian beristighfar dan memohon petunjuk agar keesokan harinya lebih baik. Inilah cara menjaga iman agar tetap hidup dan tumbuh.
3. Hubungan Spiritual dengan Allah: Jalan Menuju Ketenangan Jiwa
Imam Al-Ghazali mengajarkan bahwa seorang hamba tidak akan pernah menemukan ketenangan sejati kecuali dengan dekat kepada Allah SWT. Ia menyebutkan bahwa dzikir, doa, dan tadabbur adalah kunci membuka pintu-pintu keimanan yang dalam.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Ar-Ra'd ayat 28 yang berbunyi:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
Artinya: "Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang."
(QS. Ar-Ra’d: 28)
Dalam sebuah Hadits Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari yang mana berbunyi:
"مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ، وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ، مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ."
Artinya: "Perumpamaan orang yang mengingat Rabb-nya dan yang tidak mengingat-Nya, seperti orang hidup dan orang mati." (HR. Bukhari)
Imam Al-Ghazali menekankan bahwa dzikir bukan hanya lisan, tetapi hati yang selalu merasa diawasi Allah (muraqabah). Ia mengajarkan latihan hati seperti menyendiri di malam hari, membaca Al-Qur'an perlahan, menangis dalam doa, dan merasa hina di hadapan kebesaran Allah.
BACA JUGA:Meningkatkan Hubungan dengan Sesama Manusia: Jalan Menuju Kehidupan Penuh Berkah
Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa Iman adalah sesuatu yang hidup. Ia bisa bertambah dengan amal dan bisa berkurang dengan dosa. Imam Al-Ghazali mewariskan kepada kita petunjuk-petunjuk penting untuk menjaga iman itu tetap kuat:
- Ilmu harus disertai amal.
- Hati harus selalu dimuhasabahi dan dibersihkan.
- Dunia tidak boleh diperbudak.
- Hubungan spiritual dengan Allah harus dijaga lewat dzikir, doa, dan keikhlasan.