Selain Al-Qur’an, umat Islam juga diwajibkan mengikuti Sunnah Nabi SAW karena beliau adalah penjelas dari apa yang terdapat dalam Al-Qur’an. Banyak perintah dalam Al-Qur’an yang dijelaskan secara rinci oleh Rasulullah SAW dalam Sunnahnya, seperti tata cara shalat, zakat, haji, dan muamalah lainnya.
Allah SWT memerintahkan kita untuk mentaati Nabi Muhammad Rasulullah SAW sebagaimana dalam firman-Nya dalam Al-Qur'an Surat Al-Qadr Hasyr ayat 7 yang berbunyi:
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ
Artinya: "Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah." (QS. Al-Hasyr: 7)
Dan dalam ayat lain, Allah memperingatkan dengan keras:
فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Artinya: "Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih." (QS. An-Nur: 63)
BACA JUGA:Menjaga Shalat Tepat Waktu untuk Keberkahan Hidup
Berpegang Teguh: Bukan Sekadar Menghafal, Tapi Mengamalkan
Berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah tidak cukup hanya dengan membaca atau menghafalnya saja, tetapi yang paling utama adalah mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah SAW adalah contoh terbaik dalam hal ini. Aisyah RA pernah ditanya tentang akhlak Rasulullah, lalu ia menjawab:
كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ
Artinya: "Akhlak beliau adalah Al-Qur’an."
(HR. Muslim)
Artinya, segala perilaku dan kehidupan Rasulullah SAW adalah pengejawantahan dari ajaran Al-Qur’an yang hidup dan nyata.
Ulama dan Salafus Shalih Mencontohkan
Para sahabat dan generasi salaf sangat menjunjung tinggi Al-Qur’an dan Sunnah. Mereka tidak berani berbicara tentang agama tanpa dalil dari keduanya. Imam Malik rahimahullah pernah berkata:
"Sunnah adalah seperti bahtera Nabi Nuh. Siapa yang menaikinya akan selamat, dan siapa yang tertinggal akan tenggelam."
Ini menunjukkan betapa pentingnya memegang erat keduanya di tengah berbagai pemikiran yang menyesatkan dan menodai ajaran Islam.
BACA JUGA:Keutamaan Memaafkan Orang Lain dalam Islam: Jalan Menuju Ketenteraman dan Kemuliaan Hati