Menjaga Shalat Tepat Waktu untuk Keberkahan Hidup

Minggu 20-04-2025,15:30 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan

Mendatangkan Keberkahan dalam Hidup
Shalat tepat waktu mendidik manusia untuk disiplin, bertanggung jawab, dan menghargai waktu. Nilai-nilai ini akan menular ke berbagai aspek kehidupan lainnya: dalam pekerjaan, keluarga, dan interaksi sosial.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Thaha ayat 132 yang mana berbunyi: 

"وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ"

Artinya: "Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa."  (QS. Thaha: 132)

Ayat ini menegaskan bahwa menjaga shalat akan membuka pintu keberkahan dan rezeki dari Allah, karena Allah tidak menuntut hamba-Nya untuk mencukupi rezeki sendiri, melainkan Allah-lah pemberi rezeki yang sesungguhnya.

BACA JUGA:Menghindari Kemaksiatan Setelah Ramadhan: Menjaga Diri Pasca-Tarbiyah

Menjadi Penyelamat di Hari Kiamat
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Tirmidzi yang mana berbunyi: 

"إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ: الصَّلاَةُ، فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ"

Artinya: "Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Jika baik shalatnya, maka baiklah seluruh amalnya. Jika rusak shalatnya, maka rusaklah seluruh amalnya."
(HR. Tirmidzi, hasan sahih)

Hadits ini menjelaskan bahwa shalat menjadi tolok ukur seluruh amal perbuatan. Maka dari itu, menjaga shalat — dan terlebih lagi menjaga waktunya — adalah bentuk kesungguhan dalam memperbaiki seluruh amal.

BACA JUGA:Keutamaan Mengajarkan Ilmu kepada Orang Lain: Sebuah Tanggung Jawab dan Amalan yang Mulia

Dampak Buruk Menunda-nunda Shalat

Kebiasaan menunda shalat hingga hampir habis waktu bahkan melewatkan waktu shalat adalah bentuk kelalaian. Allah SWT memperingatkan dalam firman-Nya dalam Al-Qur'an Surat Al-Ma'un ayat 4 - 5 yang berbunyi: 

"فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ * الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ"

Artinya: "Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya."  (QS. Al-Ma’un: 4-5)

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “sahuun” adalah orang-orang yang melalaikan waktu shalat, tidak menjaga awal waktunya, atau kadang melakukannya dan kadang tidak.

Kategori :