Menghindari Sifat Sombong dan Takabur: Belajar dari Satu Bulan Berpuasa Ramadhan

Minggu 06-04-2025,14:30 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan

Reporter: Juli Irawan 

Radarseluma.disway.id - Bulan Ramadhan telah mengajarkan umat Islam berbagai nilai luhur, mulai dari kesabaran, keikhlasan, pengendalian diri, hingga empati terhadap sesama. Namun satu pelajaran penting yang sering luput dari perhatian adalah bagaimana puasa mengajarkan kita untuk menjauhi sifat sombong dan takabur. Dua sifat ini merupakan penyakit hati yang sangat berbahaya, yang dapat merusak amal ibadah dan menjauhkan seseorang dari rahmat Allah SWT.

Sifat sombong (Kibr) dan takabur merupakan bentuk kesombongan diri yang merasa lebih baik, lebih tinggi, atau lebih mulia dari orang lain. Dalam Islam, sifat ini merupakan dosa besar yang pernah menjadi sebab jatuhnya Iblis dari derajat tinggi ke dalam kehinaan abadi. Melalui pelatihan spiritual selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan, seharusnya hati kita telah ditempa untuk menjadi lebih rendah hati, bersih, dan takut kepada Allah SWT.

BACA JUGA:Meskipun Ramadhan Pergi, Semangat Ibadah Tetaplah Harus Menyala

Makna dan Bahaya Sifat Sombong dan Takabur

Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim yang mana berbunyi:

"لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ"

Artinya: “Tidak akan masuk Surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat dzarrah (biji sawi) dari kesombongan.” (HR. Muslim no. 91)

Hadits ini menunjukkan betapa bahayanya sifat sombong. Bahkan jika hanya sebesar biji sawi, kesombongan dapat menjadi penghalang seseorang dari surga.

Allah SWT juga mengecam orang-orang yang sombong dalam firman-Nya yang terdapat dalam Al-Qur'an Surat An-Nahl ayat 24 yang berbunyi: 

إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِين

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.”(QS. An-Nahl: 23)

Sombong adalah sifat yang menandakan seseorang melupakan hakikat dirinya sebagai hamba. Ia merasa dirinya lebih tinggi padahal segala sesuatu yang dimilikinya hanyalah titipan dari Allah semata.

BACA JUGA:Pentingnya Membiasakan Dzikir dan Doa Setiap Hari Setelah Ditempa Selama Bulan Ramadhan

Ramadhan sebagai Sarana Melatih Kerendahan Hati

Selama bulan Ramadhan, kita dilatih untuk menundukkan hawa nafsu, menahan lapar dan dahaga, serta memperbanyak amal saleh tanpa berharap pujian dari manusia. Ini adalah bentuk nyata pelatihan spiritual agar seseorang mampu mengikis sifat sombong

1. Puasa Mengingatkan Kita Akan Kelemahan Diri

Ketika lapar dan haus melanda, kita disadarkan bahwa tanpa makanan dan minuman, tubuh ini menjadi lemah. Hal ini menggugurkan klaim kesombongan atas kekuatan dan kemandirian. Firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa ayat 28 yang berbunyi:

Kategori :