خُلِقَ الْإِنسَانُ ضَعِيفًا
Artinya: “Manusia diciptakan dalam keadaan lemah.” (QS. An-Nisa: 28)
Ayat ini menyadarkan kita bahwa sejatinya kita adalah makhluk lemah yang tidak pantas menyombongkan diri.
2. Berinteraksi dengan Kaum Dhuafa
Ramadhan juga mendorong kita untuk lebih dekat dengan kaum fakir dan miskin. Melalui sedekah, zakat fitrah, dan buka puasa bersama, kita diingatkan untuk rendah hati dan tidak merasa lebih mulia dari mereka. Justru keberadaan mereka menjadi jalan kita meraih pahala
3. Ibadah yang Dirahasiakan
Puasa adalah ibadah yang tersembunyi. Tidak ada yang tahu apakah seseorang benar-benar berpuasa atau tidak, kecuali Allah SWT. Hal ini menjauhkan kita dari sikap riya dan sum’ah (ingin dipuji). Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim yang mana berbunyi:
عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ"
Artinya: "Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Ini adalah bentuk latihan ikhlas yang akan menumbuhkan kerendahan hati.
Kisah Iblis dan Bahaya Kesombongan
Pelajaran besar tentang sombong bisa kita petik dari kisah Iblis. Ketika Allah memerintahkannya untuk sujud kepada Adam, ia menolak dan berkata yang mana di abadikan dalam Al-Qur'an Surat Al-A'raf ayat 12 yang mana berbunyi:
أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ
Artinya: “Aku lebih baik darinya. Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS. Al-A’raf: 12)
Inilah contoh nyata kesombongan yang menyebabkan Iblis dilaknat selama-lamanya. Kesombongan menutup pintu hidayah dan menjerumuskan seseorang ke dalam kehancuran.
Menjaga Hati Pasca Ramadhan
Pasca Ramadhan, kita harus menjaga hati agar tetap bersih dari sifat takabur. Berikut adalah beberapa cara yang bisa ditempuh:
- Selalu mengingat bahwa segala kenikmatan berasal dari Allah. Jangan pernah merasa amal kita lah yang membuat kita mulia.
- Memperbanyak istighfar dan dzikir. Ini akan menundukkan jiwa dan melembutkan hati.
- Bersikap tawadhu kepada siapa pun, karena kita tidak lebih mulia dari orang lain kecuali karena takwa.
- Meneladani Rasulullah SAW, meskipun beliau adalah manusia terbaik, beliau tetap hidup sederhana dan rendah hati.