Nilai Budaya Ngidak Gelamai, Solidaritas dan Gotong Royong!

Jumat 24-11-2023,10:30 WIB
Reporter : editor5131radarseluma2
Editor : editor5131radarseluma2

"Masak gelamai menjaga gotong royong dan kekompakan, dan kegiatan semacam ini akan kami lestarikan," jelas Wahidi.

 

Ia menyadari di Bengkulu Selatan banyak makanan serta jajanan khas yang harus tetap dilestarikan serta memiliki potensi menarik bila dikolaborasikan.

 

"Seperti daerah lainnya, warga Bengkulu Selatan mempunyai makanan khas Lebaran disebut Gelamai dan jika dijual, setiap satu kg dihargai Rp 25 ribu. Namun, pada hari-hari biasa jarang kue dari tepung ketan dan kelapa ini dibuat warga,"pungkas Wahidi.

 

Sementara itu, Kepala Dispar Bengkulu Selatan, Rendra Febrianto S.S.M.Si menyebut

kuliner yang memiliki makna solidaritas di Bengkulu Selatan masih banyak, seperti Gelamai, Kue Tat, Bipang, dan lain-lainnya.

 

"Kita minta pelaku UMKM mendorong kuliner yang memiliki makna solidaritas ini agar kelestariannya tetap terjaga,"demikian Rendra.(yes)

 

BACA JUGA:Jelang Kampanye di Seluma , Ada Empat Potensi Pelanggaran

BACA JUGA: Walau Ketua KPK Tersangka, KPK Masih Kerja, Lakukan OTT di Kaltim

Kategori :